p-ISSN: 2598-1218 Volume 4 Nomor 2 Tahun 2021 e-ISSN: 2598-1226 DOI : 10.31604/jpm.v4i2.620-626 MARTABE : Jurnal Pengabdian Masyarakat620 PENYULUHAN PENGENALAN TANDA BAHAYA KEGAWATDARURATAN PADA BAYI MUDA DAN PENANGANANNYA DI RUMAH Jhon Feri, Eva Oktaviani, Susmini, Bambang Soewito Prodi Keperawatan Lubuklingau, Poltekkes Kemenkes Palembang nersevaoktaviani@gmail.com Abstract Health problems in young babies are still in the spotlight in the health sector. Child mortality in Indonesia is often found at neonatal age and young infants. During this phase, the newborn is very susceptible to health problems due to the adaptation process from intrauterine to extrauterine and low body resistance. Neonatal emergencies can occur at any time, especially in high-risk infants and as a result of inappropriate initial treatment. Recognizing danger signs early in young infants can help reduce the incidence of infant mortality. The purpose of this community service is to increase the knowledge and skills of mothers about recognizing danger signs and handling infant emergency cases that often occur at home. The target of the activity is mothers who have babies, especially babies at high risk. The methods used are lectures, intensive discussions, and demonstrations. The place of implementation is in the Sub- Health Center (Pustu) of Ketuan Jaya Village, Muara Beliti District, Lubuklinggau City. The number of participants was 20 people. The evaluation of the final results is that the activity runs smoothly, the participants are very responsive, there is an increase in understanding and knowledge of recognizing emergency danger signs in young babies and being able to practice handling according to the material presented. Recognition of danger signs in infants early on is important to be given on an ongoing basis to prevent more complex emergency cases. Keywords: Emergency Hazard Sign, Young babie Abstrak Permasalahan kesehatan pada bayi muda masih menjadi sorotan dibidang kesehatan. Kematian anak di Indonesia sering dijumpai pada usia neonatal dan bayi muda. Selama fase ini, bayi baru lahir sangat rentan mengalami permasalahan kesehatan karena proses adaptasi dari intrauterine ke ekstrauterin dan daya tahan tubuh yang rendah. Kegawatdaruratan neonatal dapat terjadi sewaktu-waktu terutama pada bayi risiko tinggi dan akibat penanganan awal yang tidak tepat. Pengenalan tanda bahaya sejak dini pada bayi muda dapat membantu menurunkan insiden angka kematian bayi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu tentang pengenalan tanda bahaya dan penanganan kasus kegawatdaruratan bayi yang sering terjadi di rumah. Sasaran kegiatan adalah ibu yang memiliki bayi khususnya bayi dengan risiko tinggi. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi intensif, dan demonstrasi. Tempat pelaksanaan di Puskemas Pembantu (Pustu) Desa Ketuan Jaya Kecamatan Muara Beliti Kota Lubuklinggau. Jumlah peserta sebanyak 20 orang. Evaluasi hasil akhir yaitu kegiatan berjalan lancar, peserta sangat responsif, terjadinya peningkatan pemahaman dan pengetahuan tentang pengenalan tanda bahaya kegawatdaruratan pada bayi muda dan mampu mempraktikkan penanganannya sesuai materi yang disampaikan. Pengenalan tanda bahaya pada bayi sejak dini penting untuk diberikan secara berkelanjutan untuk mencegah kasus kegawatdaruratan yang lebih kompleks. Kata kunci: Bayi muda, Tanda Bahaya Kegawatdaruratan