Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat III Universitas PGRI Ronggolawe Tuban Tuban, 29 September 2018 PRINT ISSN: 2580-3913; ONLINE ISSN: 2580-3921 Tema: ” Peningkatan Kapasitas Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Menuju Revolusi Industri 4.0” PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA MTS Dwi Priyo Cahyono Hadi 1 , Rita Yuliastuti 2 ˡUniversitas PGRI Ronggolawe, ²Universitas PGRI Ronggolawe ˡpriyohadi11@gmail.com, ²ritayuliastuti1207@gmail.com Abstrak Penelitian tentang penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization dengan pendekatan Konstruktivisme ini dilatarbelakangi oleh kemampuan penalaran matematis siswa yang rendah, ditinjau dari memperkirakan proses penyelesaian dengan menggunakan pola dan hubungan untuk menganalisa situasi matematik lalu menyusunnya menjadi argumen yang valid kemudian menarik kesimpulan yang logis masih relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa dan untuk mengetahui respon siswa kelas VIII MTs. Muhammadiyah 16 Brengkok pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar (kubus) tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Pada setiap siklus diberikan tes kemampuan penalaran matematis di akhir pembelajaran dan diberikan angket respon siswa setelah siklus III selesai. Pengumpulan data dilakukan dengan cara metode tes, metode angket dan metode dokumentasi. Rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa siklus I, II, III (8.30, 10.30, 12.30). Jadi ada peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa pada siklus II sebesar 2.00 dan pada siklus III sebesar 2.00. Sedangkan ketuntasan klasikal pada siklus I, II, III adalah (45%, 75%, 100%). Jadi ada peningkatan ketuntasan klasikal pada siklus II sebesar 30% dan pada siklus III sebesar 25%. Serta dapat mengetahui respon positif siswa sebesar 99% dan respon negatif sebesar 1%. Kata Kunci: team assisted individualization; pendekatan konstruktivisme; penalaran matematis; respon siswa. PENDAHULAN Ditinjau dari obyek yang dikaji, matematika termasuk dalam ilmu abstrak. Bell, (dalam Purweni, 2017) menegaskan bahwa obyek-obyek kajian dalam matematika bersifat abstrak. Keabstraksian matematika karena obyek dasarnya yang berupa fakta, konsep, operasi dan prinsip tersebut bersifat abstrak yang menyebabkan siswa kesulitan dalam bernalar (Arifin, 2009:27). Pada GBPP tercantum salah satu tujuan pembelajaran matematika adalah memberikan penataan nalar bagi peserta didik. Tujuan itu juga termuat dalam National Council of Teacher of Mathematics (NCTM), salah satunya adalah belajar untuk bernalar (matematical reasoning). Mengutip lewat pernyataan Ball, Lewis & Thamel, (dalam Purweni, 2017) yaitu “mathematical reasoning is the foundation for the contruction of mathematics knowladge” jika terjemahkan “penalaran matematis adalah pondasi untuk membentuk pengetahuan matematika”. Peneliti melakukan observasi di MTs Muhammadiyah 16 Brengkok, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Berdasarkan sumber wawancara dari guru mata pelajaran belum pernah dilakukan penelitian menggunakan model pembelajaran TAI. Kondisi awal siswa mempunyai kekurangan dalam aspek kemampuan penalaran matematis meliputi; memperkirakan proses penyelesaian, menggunakan pola dan hubungan untuk menganalisa situasi matematik, menyusun argumen yang valid, kemudian menarik kesimpulan yang logis dalam soal matematika, ini dibuktikan melalui hasil nilai pretest kemampuan penalaran matematis yang sudah dirancang sebelumnya sesuai indikator kemampuan penalaran matematis. Dari 20 siswa yang mengikuti tes, 2 siswa dinyatakan tuntas, sementara 18 siswa tidak tuntas. Skor terendah yang diperoleh siswa adalah 3 dan skor tertinggi adalah 10. Rata-rata skor kemampuan penalaran matematis pada pretest adalah 5,65 dan persentase kelas kemampuan penalaran matematis adalah 10%. Berdasarkan data tersebut, penulis dapat menyimpulkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa kelas VIII MTs. Muhammadiyah 16 Brengkok materi bangun ruang sisi datar (kubus) terbilang rendah. Slavin (2010:335) menyatakan metode cooperative learning tipe TAI dikembangkan untuk memecahkan masalah pembelajaran klasikal diantaranya, yaitu masalah tingkat