Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol.18 No.3 Tahun 2018 647 Pengharaman Lemak Hewani Bagi Bani Israil Sebagai Hukuman (Kajian Surat Al-An’am Ayat 146 Dalam Perspektif Sains Modern) Pengharaman Lemak Hewani Bagi Bani Israil Sebagai Hukuman (Kajian Surat Al-An’am Ayat 146 Dalam Perspektif Sains Modern) Muhammad Qodri 1 Prodi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi 1 muhammadqodri@uinjambi.ac.id ABSTRACT This paper seeks to explore and uncover the secrets behind the prohibition of eating pure fat on cows and goats for the Jewish people as a form of punishment that they are punished with obstructed from got goodness contained in These types of foods. To answer the question about the secret of goodness are contained in fat cows and goats this implicitly presupposed by the second verse, then carried out study of the content and benefits of fat especially for health through the perspective of health science and the nutrition science and nutrition or modern. As a result, a large number of current research found that animal fats have myriad benefits and benefits for health. At the same time, this fact is proved for the umpteenth time the truth of the revelation of the Glorious Qur'an, with all sources of knowledge it contains. Keywords: Animal Fats, The Children Of Israel, The Modern Science PENDAHULUAN Wacana mengenai kemukjizatan Al- Qur’an bertolak dari reaksi keras masyarakat Arab terhadap kehadiran al-Qur’an dan pengakuan Muhammad SAW sebagai utusan Allah. Berbagai bentuk penolakan dan tuduhan sinis kaum kafir Quraisy kemudian ditujukan kepada beliau terutama menyangkut al-Qur’an dan kebenaran risalah yang dibawanya. Mereka tak segan-segan menuduh beliau sebagai seorang penyair 1 atau tukang tenung. 2 Kadang mereka juga menyebutnya sebagai tukang sihir atau orang sinting 3 . Mereka menampilkan beragam cara untuk mendiskreditkan al-Qur’an. Alih-alih mengakuinya sebagai bukti kebenaran Nabi dan risalahnya itu, mereka justru menganggap al- Qur’an tak lebih dari sekedar kumpulan dongeng orang dulu 4 , atau hasil karangan seorang Muhammad dan dituding sebagai berita bohong yang dibuat-buat 5 , atau bahkan sihir. 6 Namun semua klaim dan pengingkaran kaum kafir itu dengan tegas dimentahkan oleh Allah SWT melalui tantangan-Nya terhadap mereka untuk membuktikan kebenaran semua komentar dan klaim yang mereka tuduhkan dengan membuat karya tandingan yang setara 1 Surat al-Thur : 30 2 Surat al-Haqqah : 42 3 Surat al-Hijr : 6 4 Surat al-An’am : 74 5 Surat Saba’ : 43 6 Ibid dengan al-Qur’an dalam surat al -Isra’ ayat 88 dan surat at-Thur ayat 34 ; َ َ َ ِ ۡ ِ ِ ْ ُ ۡ َ َ ٰ َ َ َ ِ ۡ ٱَ ُ ِ ۡ ٱِ َ َ َ ۡ ٱِ ِ ُ ٗ ِ َ ٖ ۡ َ ِ ۡ ُ ُ ۡ َ ََ ۡ َ َ ۦِِ ۡ ِ ِ َ ُ ۡ َ َ ِ َ ءۡ ُ ۡ ٱ “Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, Sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain"(Q.S. al- Isra’ : 88) َ ِِ َ َ ْ َُ ِ ٰ ۦِِ ۡ ِ ٖ ِ َ ِ ْ ُ ۡ َ ۡ َ ٣٤ “Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al Quran itu jika mereka orang-orang yang benar.” (Q.S. at- Thur : 34) Sejarah telah mencatat adanya berbagai upaya yang dilakukan untuk menandingi ataupun mendiskreditkan al-Qur’an yang semuanya berujung pada kegagalan dan ketidakberdayaan. 7 Semua fakta tersebut dengan sendirinya menjadi bukti kemukjizatan al-Qur’an yang tidak terbantahkan. Berbeda dengan mukjizat para Nabi terdahulu yang bersifat material inderawi (hissiyah), terbatas oleh ruang dan waktu dan 7 Baca M.Quraish Shihab, Mukjizat al-Qur’an: Ditinjau dari Aspek Kebahasaan, Isyarat Ilmiah dan Pemberitaan Gaib, (Bandung : Penerbit Mizan, 2001), cet.IX, hal. 239