57 UJI KLINIK MULTISENTER PENGARUH FORMULA JAMU OSTEOARTHRITIS TERHADAP RASA NYERI DIBANDING PIROXICAM Danang Ardiyanto dan Peristiwan R Widhi Astana Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu Badan Litbangkes Kementrian Kesehatan RI Jl. Raya Lawu No. 11 Tawangmangu Karanganyar Jawa Tengah e-mail: drdanank@gmail.com ABSTRACT Herb scientification program is expected to obtain scientific evidence of the use of herb through research-based services. The purpose of this study is to reveal the efficacy of pain relief herb for osteoarthritis (OA) compared to the standard drug piroxicam. This clinical study performed through multi-center clinical trial approach involving 30 physicians who have been trained in herbs scientification trainee in February to December 2014. The study design was an open clinical trial without blinding. 123 patients with OA who met the inclusion criteria included in this study and they divided into two groups (63 subjects treat with OA herb and 60 subjects treated with piroxicam (as a control group). The OA herb consists (Curcuma xanthorrhiza roxb rhizome (15 g), Phyllanthus urinaria herbs (7 g), Curcuma domesticae rhizoma (15 g), Foeniculum vulgare Mill seeds (3 g), Orthosiphon aristatus leaves (5 g), and Acalyptha india herb (5 g)). Data collected for four weeks in both groups of patients. This clinical study concludes that the treatment of OA herb for 28 days significantly decrease the pain in patients with osteoarthritis. OA herbs can reduce the patient's VAS scores were comparable to piroxicam (p> 0.05). Key words: Osteoarthritis, pain relief herb, VAS, piroxicam PENDAHULUAN Osteoartritis merupakan penyakit sendi yang paling banyak dijumpai di masyarakat. Penyakit ini merupakan penyebab utama gangguan muskuloskeletal di seluruh dunia dan menjadi penyebab ketidakmampuan fisik terbesar kedua setelah penyakit jantung iskemik untuk usia diatas 50 tahun. Penyakit ini menyebabkan hilangnya jam kerja yang besar serta biaya pengobatan yang tinggi (Berenbaum,2001; Isbagio, 2003). World Health Organization (WHO) memperkirakan 400 per seribu populasi dunia yang berusia di atas 70 tahun menderita OA dan 800 per seribu pasien OA mempunyai keterbatasan gerak derajat ringan sampai berat yang mengurangi kualitas hidup mereka (Kertia, 2005; Isbagio, 2003). . Nyeri merupakan salah satu gejala pada osteoarthritis yang dimediasi oleh berbagai faktor. Nyeri merupakan hasil interaksi antara inflamasi dan berbagai faktor seperti keparahan penyakit secara radiologis, persarafan artikular, sensitisasi perifer dan sentral serta faktor psikologis. Kontribusi inflamasi terhadap nyeri pada osteoarthritis bervariasi dari waktu ke waktu dan antara pasien satu dengan pasien lainnya (Isbagio, 2003). Penilaian derajat nyeri yang sesuai dengan derajat nyeri yang sedang diderita dapat dilakukan dengan menggunakan skor visual analogue scale. Visual analogue scale yang paling sederhana adalah yang merupakan garis lurus dengan panjang 100 mm, dimana titik 0 menunjukkan kondisi tidak ada rasa nyeri sama sekali sedangkan titik 100 menunjukkan kondisi nyeri yang paling berat. Nyeri derajat ringan ditunjukkan oleh sekor VAS antara 0 mm - <40 mm, derajat sedang 40 mm - <70 mm dan derajat berat 70 mm – 100 mm. Visual analogue scale sering dipergunakan dalam studi epidemiologi dan riset klinis untuk mengukur intensitas dari berbagai simptom penyakit, khususnya nyeri. Visual analogue scale lebih sensitif untuk mengetahui perubahan yang kecil dibandingkan dengan skala ordinal (Soedibjo, 1998; Saryanto dkk., 2012; Doherty, 2009). Prosiding Seminar Nasional Peluang Herbal Sebagai Alternatif Medicine Tahun 2015 ISBN: 978-602-19556-2-8 Fakultas Farmasi Universitas Wahid Hasyim