150 | SEMNASKIT 2015/ ISSN : 2477-5649 mikrokontroler Trainer Mikrokontroler Sebagai Media Pembelajaran Untuk Mata Kuliah Mikrokontroler Di Politeknik Negeri Banyuwangi Endi Sailul Haq 1) , Farisqi Panduardi 2) 1), 2) Teknik Informatika Politeknik Negeri Banyuwangi Jl. Raya Jember KM 13, Labanasem, Kabat, Banyuwangi, 636780 eisailulhaq@gmail.com 1 Abstrak Pembelajaran yang baik, yaitu mahasiswa dituntut aktif dalam mengikuti proses kegiatan belajar, oleh karena itu para Dosen harus mempunyai daya kreatif untuk memilih metode pembelajaran yang tepat, sehingga mahasiswa mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar dan media pembelajaran sangat dibutuhkan dalam menunjang proses pembelajaran. Pihak perguruan tinggi wajib memberikan fasilitas berupa media pembelajaran yang inovatif serta mengikuti perkembangan teknologi di dunia pendidikan sehingga dengan media pembelajaran tersebut diharapkan kompetensi mahasiswa menjadi lebih baik. Pengembangan trainer mikrokontroler inidibuat sebanyak 6 unit dan diterapkan pada matakuliah mikrokontroler di program studi teknik informatika semester III.Layout yang telah dibuat terbagi dari 3 bagian, yaitu : Input(Pushbutton, Keypad 3x4, Joystick PS, Sensor inframerah, Sensor ping, Phototransistor, RTC); Proses; dan Output( Indikator LED 8 buah, Sevensegmen common anoda 4 digit, LCD 16x2, Motor DC dan Driver, Servomotor dan Relay). Pengujian trainer mikrokontroler ini dilakukan oleh mahasiswa dan teknisi selama 6 bulan (1 semester). Berdasarkan hasil pengamatan dari kegitan praktikum yang telah dilaksanakan, hampir seluruh mahasiswa 90% merasa tertarikdan juga berfungsi untuk meningkatkan minat dan semangat mahasiswa dalam mempelajari mikrokontroler.Trainer dan modul mikrokontroler ini sesuai dengan kebutuhan kompetensi yang direncanakan, karena semua komponen yang disusun dalam trainer dibuat sangat fleksibel untuk mensimulasikan penerapan mikrokontroler dalam kebutuhan aktivitas dunia otomasi. Perlu disertakan petunjuk pemakaian yang lebih baik, agar ketika mahasiswa melakukan praktikum tidak terjadi kesalah yang dapat berakibat fatal bagi trainer dan mahasiswa sendiri Keywordsmedia pembelajaran, Politeknik Negeri Banywuangi, mikrokontroler, AVR I. PENDAHULUAN Proses dalam menyiapkan lulusan Politeknik Negeri Banyuwangi yang mempunyai kompetensi yang berkualitas tidak luput dari usaha kampus dalam meningkatkan mutu pendidikan. Pihak kampus yang berhubungan langsung dengan proses kegiatan belajar mengajar diharapkan perlu meningkatkan keefektifan dalam proses belajar, yaitu dengan menggunakan sarana dan meningkatkan sumber daya manusia untuk mendukung kualitas pembelajaran. Pembelajaran yang baik, yaitu mahamahasiswa dituntut aktif dalam mengikuti proses kegiatan belajar, oleh karena itu para dosen harus mempunyai daya kreatif untuk memilih metode pembelajaran yang tepat, sehingga mahasiswa mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar. Dosen juga harus peka dengan situasi dan kondisi mahamahasiswa pada saat menerima materi, terkadang mahasiswa terlihat bosan dan jenuh saat mengikuti proses pembelajaran, maka tugas Dosen adalah mengubah metode pembelajaran sehingga tercipta suasana belajar yang menarik dan kondusif. Namun, pada kenyataannya masih cukup banyak Dosen yang belum dapat memberikan susasana belajar tersebut. Diketahui dari banyaknya Dosen yang hanya menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan materi. Hal ini menyebabkan mahasiswa menjadi kurang aktif dalam kegiatan belajar, sehingga kompetensi mahasiswa kurang berkembang secara optimal. Alasan lain yang membuat kompetensi mahasiswa kurang berkembang adalah masih cukup banyak Dosen yang belum dapat memanfaatkan media pembelajaran brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember