Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia 2018 UNIVERSITAS AMIKOM Yogyakarta, 10 Februari 2018 ISSN : 2302-3805 2.11-1 PENGEMBANGAN ALAT PERAGA EDUKASI PROSES SIKLUS AIR (HIDROLOGI) MENGGUNAKAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY Ade Syahputra 1) , Budi Arifitama 2) 1, 2) Program Studi Teknik Informatika, Universitas Trilogi Jl. Kampus Trilogi/STEKPI No.1, Kalibata, Jakarta 12760 Email : adesyahputra@trilogi.ac.id 1) , budiarif@trilogi.ac.id 2) Abstrak Siklus air (hidrologi) adalah salah satu konsep dasar dalam biogeokimia yang menggambarkan proses perubahan wujud air, pergerakan aliran air, dan ragam jenis air yang mengikuti suatu siklus keseimbangan yang terjadi di lingkungan alam. Proses siklus hidrologi ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu: proses penguapan, proses evapotranspirasi, proses hujan, proses aliran air, proses pengendapan air tanah, dan proses air tanah ke laut. Mengajarkan konsep teoritis hidrologi akan terasa sulit bagi guru sehingga seringkali tidak mendapatkan perhatian dari pelajar. Untuk meningkatkan minat dan pemahaman dari setiap proses yang terjadi dalam siklus hidrologi, sebuah alat peraga edukatif yang menggunakan teknologi augmented reality dikembangkan. Augmented reality adalah teknologi di bidang multimedia yang memvisualisasikan objek virtual dua dimensi atau tiga dimensi sebagai bagian dari lingkungan dunia nyata kepada pengguna. Visualisasi dari siklus hidrologi akan memberikan pengalaman interaktif secara langsung kepada pengguna. Studi literatur dan desain aplikasi digunakan pada penelitian ini. Hasil yang diharapkan dari alat peraga edukatif ini adalah memberikan pengalaman belajar yang lebih baik dan menumbuhkan minat eksplorasi ilmu pengetahuan khususnya mengenai fenomena siklus hidrologi. Kata kunci: Augmented Reality, Hidrologi, alat peraga edukatif. 1. Pendahuluan Metode konvensional biasanya digunakan dalam pengajaran konsep teori geografi di kelas. Namun, metode ini biasanya tidak berhasil untuk mendapatkan perhatian dari pelajar walaupun bantuan gambar digunakan. Akibatnya proses pembelajaran tidak dapat mencapai tujuannya yaitu penyampaian pengetahuan dan informasi dari guru ke pelajar. Guna meningkatkan minat dan pemahaman pelajar terhadap konsep geografis, penelitian ini mencoba menciptakan alat peraga edukatif dari proses siklus air (hidrologi) dengan menggunakan teknologi augmented reality. Augmented reality merupakan terobosan inovasi dari konsep teknologi virtual reality. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk memvisualisasikan objek virtual dua dimensi atau tiga dimensi sebagai bagian dari lingkungan dunia nyata. Visualisasi akan memberikan pengalaman interaktif baik secara langsung maupun tidak langsung kepada pengguna melalui perangkat tertentu [1][2]. Saat ini, augmented reality adalah tren di industri mobile yang memungkinkan objek tiga dimensi tambahan dalam citra lingkungan nyata pada perangkat seperti smartphone dan tablet. Siklus hidrologi menggambarkan proses siklus air yang berlangsung secara terus menerus dari bumi ke atmosfer dan kembali lagi ke bumi [3]. Siklus hidrologi adalah salah satu konsep dasar dalam biogeokimia. Siklus ini memiliki beberapa tahapan yaitu; proses penguapan, proses evaporatranspirasi, proses hujan, proses aliran air, proses pengendapan air tanah, dan proses air tanah ke laut. Proses penguapan adalah berubahnya air air yang tertampung di sungai, danau, atau laut menjadi uap air karena panas matahari. Evapotranspirasi adalah penguapan air terjadi diseluruh permukaan bumi termasuk badan air dan tanah maupun jaringan mahluk hidup. Proses hujan adalah suatu proses mencairnya awan disebabkan suhu udara yang tinggi. Proses aliran air adalah proses pergerakan air dari dataran yang tinggi ke daratan yang rendah di permukaan bumi. Proses pengendapan air tanah adalah proses pergerakan air ke dalam pori tanah. Proses air tanah ke laut adalah air yang telah mengalami siklus hidrologi akan kembali ke laut. Melihat potensi dari teknologi augmented reality, penelitian ini fokus pada pembahasan tentang implementasi teknologi augmented reality terhadap siklus hidrologi sebagai media pembelajaran. Secara umum prosesnya adalah membaca marker dengan menggunakan kamera smartphone. Kamera akan mendeteksi dan mengidentifikasi marker lalu menampilkan objek 3D di layar. Dengan memanfaatkan teknologi augmented reality, diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar dan mengajar yang lebih baik. Dengan demikian, tidak hanya transfer pengetahuan dari guru ke pelajar dapat tercapai