ARTICLE HISTORY: Submitted: 30-12-2020 | Revised: 14-01-2021 | Accepted: 16-01-2021 | Published: 2021-02-18 HOW TO CITE (APA 6 th Edition): Fitri, I & Wahyudi, H.F. (2021). Prokrastinasi Belajar Mahasantri di Lingkungan Kampus Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan. MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial. 5(1), 39-45. CORRESPONDANCE AUTHOR: fadliwahyudi37@gmail.com | DOI: https://doi.org/10.30743/mkd.v5i1.3428 This is an Open Access article distributed under the terms of the Creative Common Attribution License (http://creativecommons.org/license/by/4.0/), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. 39 PROKRASTINASI BELAJAR MAHASANTRI DI LINGKUNGAN KAMPUS INSTITUT DIROSAT ISLAMIYAH AL-AMIEN PRENDUAN Idul Fitri & Heri Fadli Wahyudi* Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan, Sumenep-Madura, Indonesia Abstract Abstrak This research aims to give an overview and reveal the causes of learning procrastination experienced by the students of the intensive program of the Institute of Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan. This research is a type of descriptive research with qualitative approach with data retrieval techniques in the form of observations, interviews, documentation, research subjects used in this research, is 15 people in the intensive program. The results showed that the procrastination occurred in the form of delays to the work of academic tasks with a diversion to activities that are entertainment, while the cause of procrastination of learning in students, The Institute of Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan. Among others are: 1) Lazy and bored; 2) Poor processing and time control; 3) Difficulty in concentrating; 4) Difficulty finding references; 5) Not understanding lessons and assignments; 6) Number of activities and lack of facilities; 7) Not understanding the nature of learning. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran dan mengungkap penyebab prokrastinasi belajar yang dialami oleh mahasantri program intensif Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengambilan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, subyek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasantri Program Intensif berjumlah 15 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa prokrastinasi yang terjadi berupa penundaan terhadap pengerjaan tugas akademik dengan pengalihan pada kegiatan yang bersifat hiburan, sementara penyebab terjadinya prokrastinasi belajar pada mahasantri Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan. Di antara lain adalah: 1) Malas dan bosan; 2) Burukya pengolahan dan manajemen waktu; 3) Kesulitan dalam berkonsentrasi; 4) Kesulitan mencari referensi; 5) Tidak memahami pelajaran dan tugas; 6) Banyaknya kegiatan dan kurangnya fasilitas; 7) Tidak memahami hakikat belajar. Keywords: Procrastination; learning; the mahasantri. Kata Kunci: Prokrastinasi; belajar; mahasantri. PENDAHULUAN Belajar merupakan aktivitas yang tidak bisa dipisahkan dalam tatanan ruang kehidupan manusia, melalui proses belajar manusia dapat mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya. Begitupun sebaliknya, manusia tanpa proses belajar, maka selamanya tidak akan pernah sampai pada aktualisasi potensi yang dimiliki. Semua rutinitas keseharian membutuhkan ilmu yang hanya didapat melalui proses belajar. Aktivitas belajar yang terjadi pada setiap manusia, berlangsung selama nafas masih berhembus di kandung badan. Sebagaimana sebuah pepatah yang mengatakan bahwa “tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”. Belajar merupakan proses untuk merubahan tingkah laku yang sangat relatif, diakibatkan oleh rangsangan pengalaman dan latihan-latihan yang dilakukan (Risnawita & Ghufron, 2010; Syah, 2010, p. 65). Secara umum, kegiatan belajar berlangsung dalam beberapa lingkungan, seperti lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat, dan secara lebih spesifik baik proses pembelajaran berlangsung di ruang-ruang kelas, laboratorium, auditorium maupun tempat-tempat kondusif lainnya. Belajar dalam tatanan berbangsa, menempati posisi yang sangat vital (urgent), sehingga dalam paragraf pembukaan Undang-Undang 1945, terdapat poin pembahasan yang secara