PESIRAH: Jurnal Administrasi Publik, 1(2), 45-51, 2020 doi: 10.47753/pjap.v1i2.24 45 Jurnal Administrasi Publik ISSN(p): 2746-6523, ISSN(e): 2722-6891 Web: www.pesirah.ejournal.unsri.ac.id Analisis Stakeholders Mapping dalam Penanganan COVID-19 di Kota Bengkulu Jatmiko Yogopriyatno 1 , Kahar Hakim 1 1 Magister Administrasi Publik, FISIP Universitas Bengkulu Korespondensi: jyogop@unib.ac.id, drs.kahar.msi@gmail.com Abstrak Keterlibatan stakeholder merupakan salah satu kunci keberhasilan penanganan COVID-19. Artikel ini merupakan hasil pengamatan empiris penanganan COVID-19 dengan menggunakan teknik stakeholder mapping. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dengan para pihak yang terlibat dalam penanganan COVID-19 di Kota Bengkulu. Tidak lupa, peneliti juga melakukan dokumentasi data sekunder yang berhubungan dnegan penanganan COVID-19. Peneliti menemukan bahwa tenaga kesehatan, kepolisian, TNI, dan relawan merupakan pemain utama (kuadran 1). BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Pasien Covid merupakan subyek (kuadran 2). Walikota, Kodim 0407, dan Kapolresta, dan Media berada dalam kuadran 3 sebagai context. NGOs, Bisnis, dan Masyarakat berada pada kuadran 4 sebagai crowd. Pola kerjasama stakeholders dalam penanganan Covid-19 di Kota Bengkulu berbasis pentaholicx karena melibatkan lima unsur (pemerintah, swasta, organisasi keagamaan, perguruan tinggi, dan media). Dua faktor yang menghambat para stakeholder dalam penanggulangan COVID-19 di Kota Bengkulu adalah rendahnya pengetahuan warga tentang bahaya COVID-19 dan Tindakan warga memenuhi kebutuhan subsistensi. Dua faktor ini menyebabkan warga mengabaikan perintah physical atau social distancing. Kata kunci: Bengkulu, corona, COVID-19, jarak fisik, jarak sosial, pemetaan pemangku kepentingan Abstract Stakeholder involvement is one of the keys to the successful handling of COVID-19. This article is the result of empirical observation of the handling of COVID-19 using the stakeholder mapping technique. Research data was collected through interviews with parties involved in handling COVID-19 in Bengkulu City. The researchers also documented secondary data related to the handling of COVID-19. The researcher found that health workers, police, military and volunteers were the main players (quadrant 1). BPBD, Health Service, Social Service, and COVID-19 patients are subjects (quadrant 2). Mayor of Bengkulu City, Military District Command (Kodim 0407/Kota Bengkulu), Bengkulu City Police (Polresta Bengkulu), and media are in quadrant 3 as context. Non-government organization, private sector, and communities are in quadrant 4 as a crowd. The pattern of stakeholder cooperation in handling COVID-19 in Bengkulu City is pentahelix, because it involves five elements (government, private sector, religious organizations, universities, and the media). Two factors that hinder stakeholders in handling COVID-19 in Bengkulu City are the low knowledge of residents about the dangers of COVID-19 and the actions of residents to meet subsistence RIWAYAT ARTIKEL Diterima: 10/02/2020 Ditelaah: 13/04/2020 Diterbitkan: 10/12/2020 KUTIPAN Yogopriyanto, J., Hakim, K. (2020). Analisis Stakeholders Mapping dalam Penanganan COVID-19 di Kota Bengkulu. PESIRAH: Jurnal Administrasi Publik, 1(2), 45-51, doi: 10.47753/pjap.v1i2.24