Papers
seminar.uad.ac.id/index.php/quantum
Seminar Nasional Quantum #25 (2018) 2477-1511 (11pp)
Prosiding Seminar Nasional Quantum 79 © 2018 Pend. Fisika UAD
Pengembangan media pembelajaran fisika dengan
memanfaatkan limbah elektronik
Erna Aprilia
Pendidikan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Jakarta
E-mail: ernaaprilia2017@gmail.com
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media belajar dengan memanfaatkan
limbah elektronik dalam mempelajari materi Induksi Elektromagnetik. Metodologi yang
digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development), dengan model
pengembangan Borg and Gall. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket
yang ditujukan untuk validator ahli materi, media dan ahli pembelajar. Hasil validitas media
yang dikembangkan dihitung dengan menggunakan rumus prosentase skor dan
diinterpretasikan sesuai dengan interpretasi skala likert. Media pembelajaran yang dibuat
dilengkapi dengan lampu LED, rangkaian resistor serta baterai kering untuk menunjukkan arus
yang dihasilkan, juga memberikan kemudahan kepada siswa untuk mengamati data variabel
arus, tegangan,dan putaran magnet yang terbaca pada kotak akuisisi. Hasil validasi media
pembelajaran adalah sebagai berikut, skor rata-rata keseluruhan aspek oleh ahli materi sebesar
86,25 %, oleh ahli media sebesar 87,89 %, dan skor rata-rata keseluruhan aspek oleh ahli
pembelajar sebesar 90,36 %.Berdasarkan penilaian oleh ahli materi, ahli media dan ahli
pembelajar tersebut dapat menunjukkan bahwa media pembelajaran ini ditinjau dari lima
indikator yang yang digunakan untuk validasi memiliki kriteria sangat baik. Setelah
diujicobakan kepada siswa diperoleh hasil skor rata-rata keseluruhan aspek sebesar 89,36 %,
sehingga dapat dikatakan bahwa media pembelajaran ini ditinjau dari indikator yang yang
digunakan untuk uji coba memiliki kriteria sangat baik dan layak digunakan sebagai media
pembelajaran materi Induksi Elektromagnetik.
1. Pendahuluan
Mata pelajaran fisika pada umumnya dikenal sebagai mata pelajaran yang ’ditakuti’ dan tidak disukai
murid. Kecenderungan ini biasanya berawal dari pengalaman belajar mereka yang memberikan kesan
bahwa pelajaran fisika adalah pelajaran ’berat’ dan serius yang tidak jauh dari persoalan konsep,
pemahaman konsep, penyelesaian soal yang rumit melalui pendekatan matematis sampai kegiatan
praktikum yang menuntut mereka melakukan segala sesuatunya dengan sangat teliti dan cenderung
membosankan. Akibatnya, tujuan pembelajaran yang diharapkan menjadi sulit dicapai. Pemilihan
media belajar fisika yang tepat juga dapat membantu menyelasaikan masalah tersebut dan dapat juga
menumbuhkan motivasi belajar fisika. Karena media belajar merupakan salah satu faktor eksternal
yang dapat dimunculkan dalam proses pembelajaran fisika. Oleh karena itu guru perlu mempelajari
bagaimana menetapkan media pembelajaran fisika yang sesuai dengan materi yang sedang
disampaikan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dan pembelajaran berlangsung dengan efektif.
Penggunaan media pembelajaran fisika di kelas yang dilakukan oleh guru menjadi bagian yang
penting yang harus disiapkan secara matang, terencana dan terprogram.