V10 N3 eISSN 2477-6041 artikel 1, pp. 209-216, 2019 Corresponding Author: cgunawan05@gmail.com Received on: December 2018 Accepted on: November 2019 209 Chandra Gunawan Mahasiswa S2 Universitas Brawijaya Jurusan Teknik Mesin cgunawan05@gmail.com Eko Siswanto Tenaga Pengajar (Dosen) Universitas Brawijaya Jurusan Teknik Mesin eko_s112@ub.ac.id Lilis Yuliati Tenaga Pengajar (Dosen) Universitas Brawijaya Jurusan Teknik Mesin lilis_y@ub.ac.id PENGARUH PENAMBAHAN LANGKAH KERJA TERHADAP UNJUK KERJA MOTOR BAKAR The duration of fuel-air diffusion in the 4 stroke combustion engine is relatively short, which is 0.02 seconds at 3000 rpm so that at high rotation the level of homogeneity of the fuel-air mixture becomes low. The addition of steps in a 4 stroke combustion engine to a 6 stroke combustion engine is expected to increase the duration of mass diffusion and temperature in the air-fuel mixture. So that the homogeneity of the air-fuel mixture increase and more expansion power of the combustion results. Engine performance testing by reducing the engine speed of 400 rpm at the initial condition of the throttle valve opening by 30% then the results of the performance of the two motors will be compared. The test results show an increase in power and torque in a 6 stroke combustion engine compared to a 4 stroke combustion engine at the same rotation conditions of 15%. As for the value of the specific fuel consumption effective (SFCe), thermal efficiency, and exhaust gas emissions of Hydrocarbon (HC) 4 stroke fuel is still better. Keywords: Diffusion, Homogeneity, Combustion Engine, Four Stroke, Six Stroke 1. PENDAHULUAN Motor bakar empat langkah paling banyak digunakan sampai saat ini. Karena lebih hemat konsumsi bahan bakar jika dibandingkan motor bakar dua langkah. Emisi gas buang motor bakar empat langkah juga lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan motor bakar dua langkah. Kelemahan motor bakar empat langkah terletak pada akselerasi yang dihasilkan lebih rendah jika dibandingkan motor dua langkah. Motor bakar dua langkah dan empat langkah memiliki persamaan kelemahan yaitu waktu yang diperlukan untuk proses difusi bahan bakar dan udara relatif kurang, meskipun performen motor bakar empat langkah lebih baik jika dibandingkan motor bakar dua langkah. Difusi bahan bakar dan udara memerlukan waktu yang tepat sehingga akan meningkatkan homogenitas campuran bahan bakar [1]. Proses pembakaran sempurna akan menghasilkan daya yang lebih besar dan emisis gas buang ramah lingkungan. Hal ini yang mendasari dengan penambahan jumlah langkah pada motor bakar empat langkah menjadi motor bakar enam langkah dengan harapan dapat memperbaiki kualitas pembakaran pada motor bakar tersebut sehingga akan menurunkan tingkat konsumsi bahan bakar serta gas buang yang dihasilkan. Di sisi lain sudah banyak dilakukan penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk meningkatkan unjuk kerja dari motor bakar. Ebrahim, et al [2], dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa adanya peningkatan power output daraan thermal efficiency saat volumetric efficiency meningkat. Kunal, et al [3], menyatakan bahwa waktu pembakaran bahan bakar akan berkurang seiring dengan bertambahnya temperatur dari bahan bakar tersebut. Shanmukam, et al [4], menyatakan bahwa bahan bakar yang dipanaskan akan meningkatkan homogenitas campuran bahan bakar-udara sehingga kualitas pembakaran meningkat. Selain itu, Budiprasojo dan Irawan [5], menyatakan dari penelitiannya bahwa pemanasan bahan bakar dapat meningkatkan unjuk kerja motor bakar. Motor bakar enam langkah merupakan pengembangan desain yang berdasarkan dari siklus motor bakar empat langkah dan dua langkah. Bajulaz [6], mengembangkan motor bakar enam langkah dengan menambahkan ruang dengan volume tetap pada kepala silinder sebagai wadah untuk meningkatkan temperatur udara. Bahan bakar akan disemprotkan pada langkah kompresi kedua. Hayasaki, et al [7], menambahkan dua langkah kerja pada motor diesel injeksi langsung, yang terdiri dari satu langkah isap, dua langkah kompresi, dua langkah kerja, dan satu langkah buang. Pada akhir langkah kompresi yang kedua, diinjeksikan bahan bakar methanol dengan tujuan menurunkan kadar emisi NO dan menurunkan jumlah