Pola Pergerakan Spasial Wisatawan yang Berkunjung ke Candi Borobudur Fahma Nur Utami fahmanurutami22@gmail.com M. Baiquni mbaiquni@ugm.ac.id Abstract Borobudur Temple is a World Heritage Site that is able to attract tourists to visit this site which leads to the tourist movement. This study was aimed to: (1) identify the motivation of tourist of Borobudur Temple, (2) identify the spatial pattern of tourists of Borobudur Temple, and (3) analyse factors that influence the spatial pattern of tourists of Borobudur Temple. The method used in this research was survey method collected by distributing questionnaire to 180 domestic tourists and 140 foreign tourists. The data were then presented with tabulation of percentage and map. The results of this research showed that the dominant motivation of tourists is cultural motivation (69.44%). The most dominant spatial pattern of the tourist movement for domestic tourists was chaining loop pattern (25.6%) and, for foreign tourists, complex neighborhood pattern dominated the spatial movement (61.4%). Some factors which affect the spatial pattern of tourists movement are human, physical, and time. Keywords: spatial patterns, tourists, Borobudur Temple Abstrak Candi Borobudur merupakan warisan budaya dunia sekaligus destinasi pariwisata prioritas di Indonesia sehingga mampu mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah dan luar negeri. Banyaknya wisatawan membuat pergerakan wisatawan dari daerah asal ke Candi Borobudur dan destinasi lainnya semakin beragam. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi motivasi wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur, 2) mengidentifikasi pola pergerakan spasial wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur dan 3) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pola pergerakan spasial wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur. Penelitian menggunakan metode survei kepada 180 wisatawan nusantara dan 140 wisatawan mancanegara secara insidental. Penyajian data dengan tabulasi persentase dan peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi wisatawan yang paling dominan adalah motivasi budaya sebesar 69,44%. Pola pergerakan spasial yang paling dominan pada wisatawan nusantara adalah pola chaining loop sebesar 25,6% dan complex neighbourhood sebesar 61,4% pada wisatawan mancanegara. Faktorfaktor yang mempengaruhi pola pergerakan spasial wisatawan adalah faktor manusia, fisik, dan waktu. Kata Kunci : Pola Pergerakan, Wisatawan, Candi Borobudur PENDAHULUAN Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2015- 2019 pariwisata merupakan salah satu sektor prioritas bagi perekonomian nasional. Pariwisata dapat diartikan sebagai kegiatan wisata yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang disediakan oleh pihak pemerintah, perusahaan, maupun masyarakat (UU No.10 Tahun 2009). Pariwisata dijadikan sebagai sektor unggulan perekonomian di Indonesia karena diprediksi akan berkembang secara positif baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang. Sektor pariwisata berada di peringkat 4 (empat) penyumbang devisa terbesar di Indonesia dan diproyeksikan pada tahun 2020 akan menjadi menyumbang devisa terbesar (Kementerian Pariwisata, 2017). Terdapat berbagai upaya untuk mengembangkan pariwisata di Indonesia, salah satunya adalah dengan menetapkan 10 destinasi pariwisata prioritas oleh Kemeterian Pariwisata Republik Indonesia. Candi Borobudur merupakan salah satu dari 10 destinasi pariwisata prioritas di Indonesia serta ditetapkan Kawasan Strategis Nasional (KSN) dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Secara geografis, Candi Borobudur memiliki letak yang strategis yaitu di