JOM FISIP Vol. 4 No. 1 Februari 2017 Page 1 Adaptasi Masyarakat Terhadap Perubahan Lingkungan (Studi Pada Masyarakat yang Tinggal Pada Kawasan Peternakan Ayam Petelur di Kanagarian Tigo Jangko Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar) Oleh: Aldi Syahputra aldisyhptr@gmail.com Dosen Pembimbing: Dra. Indrawati, M.Si Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau Kampus Bina Widya Jl. H.R. Soebrantas Km. 12,5 Simpang Baru Pekanbaru 28293 Telp/Fax. 0761-63277 ABSTRAK Hadirnya usaha peternakan ayam ras petelur pada kawasan permukiman ini pada dasarnya akan menimbulkan berbagai dampak positif dan negatif terhadap masyarakat sekitar. Sehingga dengan keberadaan peternakan ini, masyarakat dituntut untuk mampu menyesuaiakan dirinya dengan perubahan lingkungan yang terjadi. Penelitian ini berlangsung di Kanagarian Tigo Jangko, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat adaptasi masyarakat terhadap perubahan lingkungan dan pola hubungan sosial antara pemilik peternakan ayam petelur dengan masyarakat di Kanagarian Tigo Jangko. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengungkap fakta, keadaan, dan berbagai fenomena yang terjadi. Oleh karena itu, penulis akan mengembangkan konsep, mengumpulkan data dan fakta yang terjadi di daerah penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi. Sedangkan teknik analisis data deskriptif kualitatif melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan beserta saran. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat adaptasi masyarakat dipengaruhi oleh beberapa kriteria seperti jarak rumah dari kandang peternakan ayam, lama menetap, bau dari kotoran ayam, suara bising dari ayam, suara mesin penggiling jagung dan tercemarnya lingkungan tempat tinggal mereka. Sehingga dengan adanya tolak ukur ini maka dapat diklasifikasikan bahwa tingkat adaptasi masyarakat ada yang tinggi dan ada yang sedang.Berbagai macam strategi adaptasi pun dilakukan oleh masyarakat dalam menyikapi adanya perubahan lingkungan ini. Keberadaan peternakan ayam petelur di lingkungan masyarakat Kanagarian Tigo Jangko tentunya menimbulkan hubungan timbal balik yang beragam berupa bantuan dana pendidikan, bantuan sembako, santunan anak yatim dan kaum GKX¶DID EDQWXDQ GDQD NHJLDWDQ WHUFLSWQ\D ODSDQJDQ SHNHUMDDQ, dan membeli telur dengan harga murah. Serta terjalinnya interaksi sosial antara pemilik peternakan dengan masyarakat setempat dalam bentuk beranekaragam. Kata kunci: Perubahan lingkungan, adaptasi, dan pertukaran sosial