223 Andri Arungga Sweta, Mukhlish Abdul Rosyid, Itqon Futhna ‘Izi KAJIAN MUNASABAH AL-QUR’AN (Konsep Bersyukur QS. al-Fatihah: 1-7 dalam Kitab Tafsir Imam At-Thabari) Andri Arungga Sweta, Mukhlish Abdul Rosyid, Itqon Futhna ‘Izi. Universitas Muhammadiyah Surakarta Email kontributor: Andrisweta69@gmail.com Abstract This research using bi al-ra’yi method which aproaching munasabah in Qur’an based on relation between fawatih al-suwar of first verse which consist of some letter of Qur’an, the content of relation sentences in one verse, Ibnu ‘Abbas definiting “Alhamdulillah” as gratitude. Ar-Raghib Al-Ashfahani said that is oralic of gratitude (syukr al-lisan) is praise to Allah. Ar-Raghib Al-Ashfahani also said gratitude in our heart (syukr al-qalb) which remembering to Allah about everyting given to us and gratitude with our bodies (syukr sair al-jawarih) is using favors for charity. QS. Al-Fatihah started with oralic gratitude, so based on this argumentation of this verse containt wishdom of gratitude as three aspects. The first till third ayah contain gratittude in oral and heart, which say Alhamdulillahirabbil ‘aalamiin as of all favours given to His creatures, inner believe and ask to Allah. The ayah number sixth and seventh as esential contains ask Allah to guide to the straight path, like the path of messenger of Allah, shiddiqin, syuhada, shalih people who a pray and obey to Allah and avoid Allah’s ban, so didn’t follow inhabitants of hell, they are Jews and Christian. Keywords: Qs. Al-Fatihah; Gratitude Concept; Munasabah in Qur’an A. METHOD Penelitian ini menggunakan metodologi tafsir bi al-ra’yi dengan pendekatan munasabah al-Qur’an. Manna al-Qaththan mendefinisikan munasabah al-Qur’an adalah segi-segi hubungan antara satu kalimat dalam ayat, antara satu ayat dengan ayat lain dalam banyak ayat di dalam satu surat atau antara satu surat dengan surat lain (Al-Qaththan, 1973). Para ‘Ulama telah mengklasifikasikan kaidah munasabah al-Qur’an dengan delapan klasifikasi. pertama, Hubungan antara satu surat dengan surat sebelumnya. Kedua, Hubungan antara nama surat dengan isi atau tujuan surat. Ketiga, Hubungan antara fawatih al-Suwar ayat pertama yang terdiri dari beberapa huruf dengan isi surat. Keempat, Hubungan antara ayat pertama dengan ayat terakhir dalam satu surat. Kelima, Hubungan antara satu ayat dengan ayat lain dalam satu surat. Keenam, Hubungan antara kalimat dengan kalimat lain dalam satu ayat. Ketujuh, Hubungan