1 Kematian Indrajit dalam Kitab Ramayana: Analisis Dekonstruksi Mardhayu Wulan Sari Universitas Airlangga, Surabaya-Indonesia Abstrak Kepopuleran cerita Ramayana di Nusantara ditandai dengan banyaknya salinan naskah yang memuat teks tersebut. Di Jawa sendiri, Ramayana berkembang mulai dari zaman Hindu sampai Islam. Cerita Ramayana pada masa Islam di Jawa digunakan sebagai sarana dakwah Islam. Adanya naskah-naskah Jawa khususnya pesisir Utara Jawa yang memuat teks Ramayana menunjukkan hal tersebut. Salah satu naskah yang dapat diakses adalah Kitab Ramayana. Kitab Ramayana ditulis dalam aksara Jawa menggunakan bahasa Jawa. Ditemukannya beberapa kosakata dan gaya penulisan yang khas Madura dalam naskah tersebut. Penyebutan Madura tidak terbatas pada wilayah Madura yang merupakan bagian dari Jawa Timur. Penyebutan Madura dapat merujuk pada masyarakatnya yang mendiami beberapa wilayah di Jawa Timur. Tulisan ini membahas salah satu bagian teks Kitab Ramayana yang dianggap keluar dari pola yang ada, yaitu tentang kematian Indrajit. Cerita tentang kematian Indrajit dikaji dengan bantuan ilmu sastra, yaitu dekonstruksi. Kata kunci: Ramayana, Kitab Ramayana, Indrajit. 1. Pendahuluan Para pedagang India yang berlabuh di pantai-pantai Indonesia membawa unsur-unsur budaya mereka, yaitu bahasa, aksara, seni, dan tata masyarakat (Sedyawati, 2006: 226-228). Ternyata, literatur yang dibawa mampu memikat orang di Indonesia. Kemudian mulailah orang-orang di Indonesia mengenal Ramayana dan Mahabharata, yang merupakan bagian dari Itihasa. Dua cerita yang inilah yang paling awal disadur di Jawa (Lombard, 2005b: 6). Ramayana merupakan salah satu dokumentasi perjalanan para pedagang India yang datang ke Nusantara karena dalam Ramayana disebut Yawadvipa, nama untuk pulau Jawa dalam bahasa Sanskerta. Selain Ramayana, masih ada beberapa dokumentasi