Hutan Pulau-Pulau Kecil Versi Online: http://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/jhppk Volume 7 No 1; April 2023:67- 80 Peringkat SINTA 5, 200/M/KPT/2020 DOI : 1030598.JHPPK.2023.7.1.67 ISSN ONLINE : 2621-8798 67 ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT DI DESA WAIMANGIT KECAMATAN AIRBUAYA KABUPATEN BURU ETNOBOTANY OF MEDICINE PLANTS IN WAIMANGIT VILLAGE, AIRBUAYA DISTRICT, BURU REGENCY Oleh John F. Sahusilawane 1*) , Maya.M.S.Puttileihalat 2) , Ardi Latbual 3) 1,2,3) Program Studi Kehutanan Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Unpatti Jl.Ir M.Putuhena Kampus Poka Ambon Email: johnsahusilawane01@gmail.com Diterima: 22 Maret 2023 Disetujui:10 April 2023 Abstrak Pemanfaatan tumbuhan alam berkhasiat obat merupakan salah satu keahlian yang telah langka dijumpai bahkan pada beberapa tempat hanya menjadi sebuah kearifan oleh masyarakat setempat. Pemanfaatan tumbuhan lokal sebagai sumber obat-obatan merupakan alternatif yang dapat dikembangkan, tumbuhan obat dapat menjadi alternatif pilihan untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji etnobotani tumbuhan obat di Desa Waimangit Kecamatan Airbuaya Kabupaten Buru. Metode yang digunakan adalah wawancara semistruktur, observasi langsung dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 34 Jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat oleh masyarakat Desa Waimangit yang diperoleh dari hutan dan pekarangan. Bagian dari tumbuhan yang dimanfaatkan terdapat 11 bentuk, meliputi biji, getah, akar, kulit, batang, daun, bunga, umbi, rimpang, buah dan semua bagian tumbuhan. Bagian tumbuhan paling banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional adalah daun dan yang paling sedikit digunakan adalah buah. Terdapat 9 cara pemanfaatan tumbuhan obat yaitu diparut, digosok, dikucak, ditempel, ditumbuk, direbus, dibungkus, diremas dan diasar. Namun, yang paling sering dimanfaatkan adalah dengan cara direbus. Pengaruh yang ditimbulkan dari penggunaan obat tradisional (jamu atau herbal) lebih kecil dibandingkan penggunaan obat kimia buatan (modern). Kata Kunci: Etnobotani, Tumbuhan obat. Abstract The use of natural plants with medicinal properties is one of the skills that has been rarely found; even in some places, it has only become wisdom by the local community. The utilization of local plants as a source of medicines is an alternative that can be developed, and medicinal plants can be a choice to treat various types of diseases. This study aimed to examine the ethnobotany of medicinal plants in Waimangit Village, Airbuaya District, Buru Regency. The method used is a semi-structured interview, direct observation, and documentation. The results showed 34 types of plants used as medicine by the people of Waimangit Village, which were obtained from the forest and yard. 11 parts of plants are used, including seeds, sap, roots, bark, stems, leaves, flowers, tubers, rhizomes, fruits, and all aspects of plants. The most widely used plant parts as traditional medicine are the leaves, and the least used is the fruit. There are nine ways to use medicinal plants: grated, rubbed, peeled, pasted, pounded, boiled, wrapped, kneaded, and crushed. However, the most commonly used is by boiling. The effect of using traditional medicine (herbs or herbs) is smaller than using artificial (modern) chemical drugs. Keywords: Ethnobotany, Medicinal plants.