Prosiding Seminar Nasional dan Call for Papers ”Pengembangan Sumber Daya Perdesaan dan Kearifan Lokal Berkelanjutan VIII” 14-15 November 2018 Purwokerto No. ISBN: 978-602-1643-617 19 REMOVAL LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK DENGAN METODE FITOREMEDIASI PADA SSF-WETLAND MENGGUNAKAN TANAMAN OBOR (Typha Latifolia) dan TANAMAN TASBIH (Canna Indica.L) Ernastin Maria dan Cuti Winarti Fakultas Teknik Industri, Institut Teknologi Yogyakarta ernastinmaria@ity.ac.id ABSTRAK Industri batik merupakan industri yang berkembang pesat pada era globalisasi ini. Industri batik merupakan salah satu penghasil limbah cair yang berasal dari proses pewarnaan. Kandungan zat-zat warna yang digunakan konsentrasinya tinggi, selain itu limbah industri batik juga mengandung bahan- bahan sitetik yang sukar larut atau sukar didegradasi. Limbah yang dihasilkan dari industri batik adalah limbah cair yang mengandung kadar BOD, COD, TSS, zat warna, lemak dan minyak. Umumnya para pengrajin industri batik Desa Wijirejo membuang limbah produksi batik secara langsung ke saluran air (selokan) menuju aliran sungai Bedog tanpa pengolahan terlebih dahulu yang dapat menyebabkan penurunan kualitas air dan mempengaruhi ekosistem perairan sungai Bedog karena sifat logam berat yang sulit didegradasi sehingga mudah terakumulasi dalam lingkungan perairan.menyebabkab mudah terakumulasi dalam lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi tanaman air Typha latifola dan Canna Indica L. dalam menurunkan kadar pencemar air limbah industri batik (BOD dan Crom) pada SSF-Wetland dengan media pasir dan kerikil selama 8 hari. Air limbah yang digunakan adalah efluen dari salah satu industri batik di Desa Wijirejo, Pandak, Bantul, dengan konsentrasi awal BOD sebesar 2875,52 mg/L dan Crom sebesar 3,776 mg/L. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi BOD dan Crom dalam air limbah pada SSF-wetland menurun seiring bertambahnya waktu tinggal hidraulik (hydraulic retention time). Selama delapan hari penelitian penurunan konsentrasi BOD dan Crom pada SSF-wetland dengan tanaman Typha Latifolia. masing-masing menjadi 214,56 mg/L dan 2,96 mg/L. Sedangkan yang menggunakan tanaman Canna Indica L. masing-masing menjadi 201,11 mg/L dan 2,94 mg/L. Kata Kunci: SSF-Wetland, limbah cair batik, fotoremidiasi, canna indica.l. typha latifolia ABSTRACT Batik industries is a fast growing industry in this globalization era. The batik industres is one of the producers of liquid waste that comes from the coloring process. The content of dyes used is high concentration, besides the batik indstry waste also contains synthetic ingredients that are difficult to dissolve or difficult to degrade. Waste generated from the batik industry is liquid waste which contains levels of BOD, COD, TSS, pigment, fats and oils. Generally batik industries craftsmen in Wijirejo village dispose of batik production waste directly into the water channel (ditch) to the Bedog river flow without processing in advance which can cause a decrease in water quality and affect the aquatic ecosystem Bedog river because of the nature of heavy metals that are difficult to degrade so that they are easily accumulated in the aquatic environment. The cause is easily accumulated in the aquatic environment. This study aims to examine the potential of water plants Typha latifola and Canna Indica L. in reducing levels of pollutants of batik industrial wastewater (BOD and Crom) in SSF-Wetland with sand and gravel media for 8 days. The waste water used was effluent from one of the batik industries in Wijirejo Village, Pandak, Bantul, with an initial BOD concentration of 2875.52 mg / L and Crom of 3.776 mg / L. The research has show that BOD and Crom concentrations in wastewater in SSF-wetland decreased with increasing hydraulic retention time. During the eight days of the study