Profiling Serial Killer: Analisis Pembunuh Berantai Ryan Jombang dengan Pendekatan Psikologi Forensik 1 Cahyani Wulandari, 2 Muhammad Aria Falah, 3 Faradilah 1,2,3 Fakultas Psikologi, Universitas Pancasila, Jakarta 1 6020210052@univpancasila.ac.id 2 6020210064@univpancasila.ac.id 3 6020210067@univpancasila.ac.id Abstrak Psikologi forensik merupakan salah satu cabang ilmu psikologi yang membahas tentang keadaan psikologis perilaku kriminal. Salah satu cara bagi para pakar psikolog forensik dalam mengungkap motif maupun keadaan mental pelaku kejahatan adalah dengan criminal profiling. Criminal profiling merupakan sebuah teknik forensik dimana teknik ini dapat memprediksi karakteristik dari pelaku kejahatan berdasarkan perilaku yang diperlihatkan pelaku saat menjalankan aksinya (Kocsis, 2006). Dalam criminal profiling yang dilakukan, peneliti mengangkat kasus Ryan Jombang sebagai subjek pelaku kejahatan yang akan di profiling. Ryan Jombang alias Very Idham Henyansyah, merupakan seorang pembunuh berantai yang membunuh 11 korbannya, lalu Ryan didakwa dengan hukuman terberat yaitu hukuman mati. Tujuan: Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui motif dan alasan pelaku dalam menghabisi korbannya dengan menggunakan teknik profiling yang ditinjau dari aspek psikologi forensik. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti memilih metode studi deskriptif mengenai profiling pembunuh berantai Ryan Jombang yang dimaksud untuk lebih memahami apa motif yang mendasari pelaku untuk melakukan tindak kejahatan yang dilihat dari perspektif psikologis. Hasil: Sebagai gambaran, motif Ryan Jombang dalam membunuh korbannya adalah kecemburuan, ekonomi dan kekerasan yang dialami ketika masa kecil. Kata Kunci: Psikologi Forensik, Criminal Profiling, Serial Killer Pendahuluan Salah satu cabang ilmu psikologi yang berhubungan langsung dengan pengungkapan dan pemerolehan keterangan dari pelaku kriminal adalah Psikologi Forensik. Psikologi Forensik memiliki peran penting terhadap sebuah pengungkapan kasus kriminal, dimana perannya sangat diperlukan terutama dalam proses yang berkaitan dengan mengapa seseorang melakukan sebuah perilaku kejahatan dari perspektif ilmu psikologi. Oleh karenanya, dalam rangka proses perolehan keterangan dan apa motivasi pelaku dalam melakukan kejahatan, diperlukan serangkaian proses profiling terhadap pelaku. Dalam criminal profiling yang dilakukan, peneliti mengangkat kasus Ryan