E-ISSN: 2615-7721 Vol 3, No. 1 (2019) C. 23 P-ISSN: 2620-8512 Seminar Nasional Dalam Rangka Dies Natalis UNS Ke 43 Tahun 2019 Sumber Daya Pertanian Berkelanjutan dalam Mendukung Ketahanan dan Keamanan Pangan Indonesia pada Era Revolusi Industri 4.0 Transformasi Perlawanan Petani dalam Menghadapi Tengkulak (Studi Kasus Petani Cabai Lahan Pasir Pantai di Kecamatan Panjatan, Kulon Progo) Eksa Rusdiyana, Retno Setyowati, dan Joko Purnomo Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jl.Ir Sutami 36 A Kentingan, Jebres, Solo 57126 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan transformasi perlawanan petani lahan pasir pantai di Kecamatan Panjatan, Kulon Progo terhadap mafia cabai. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, focus group discussion (FGD), dan dokumentasi. Validitas data ditentukan dengan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Dasar petani melakukan perlawanan adalah adanya dominasi dan permainan harga yang dilakukan oleh tengkulak dan mafia cabai terhadap petani. Perlawanan bergeser dari perlawanan individu ke kelompok yang dilakukan secara terbuka, bersifat organik, sistematik, dan kooperatif melalui bentuk perlawanan yang dilakukan melalui tindakan- tindakan kolektif. Kata kunci: Cabai, Perlawanan, Petani, Tengkulak Pendahuluan Petani dengan tengkulak sering dihubungkan dengan ikatan saling membutuhkan (resiprosisten) atas komoditas hasil pertanian. Petani memerlukan tengkulak sebagai pembeli hasil pertanian, sementara bagi tengkulak petani merupakan produsen hasil pertanian yang diperlukannya untuk memperoleh keuntungan. Interaksi antara petani dan tengkulak merupakan interaksi sosial yang bermuatan ekonomi dimana di dalamnya berlaku hukum pertukaran. Bagi petani, selama tengkulak memberikan keuntungan maka interaksi tersebut akan senantiasa dijalin dan dilanjutkan. Sebaliknya apabila interaksi tersebut merugikan petani maka petani bisa saja mengalihkan peran tengkulak pada saluran pemasaran yang lain seperti pasar, pedagang besar maupun memasarkan komoditas langsung ke konsumen. Tengkulak tak ubahnya sebagai salah satu bentuk lembaga pemasaran yang memainkan fungsi pemasaran. Kotler dan Keller (2006), Firdaus (2008) menyebutkan bahwa lembaga pemasaran harus mampu menjalankan 3 fungsi utama pemasaran yaitu ; (1) fungsi pertukaran (exchange function), yang terdiri atas fungsi penjualan dan pembelian, (2) Fungsi fisis (physical brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)