Jurnal Keperawatan, Volume IX, No. 2, Oktober 2013 ISSN 1907 - 0357 [158] MEDIA KOMUNIKASI DALAM KEBERHASILAN PROMOSI KESEHATAN GIGI DAN MULUT Desi Andriyani * Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan dari kesehatan pada umumnya,masyarakat perlu diberdayakan dakam meningkatkan kesadaran pentingnya mencegah,merawat dan memelihara kesehatan gigi.data yang diperoleh dari kegiatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah ( UKGS )Puskesmas Ambarawa didapat karies gigi anak SD N 1 Jati Agung tahun 2011 sebesar 58 siswa dan terjadi peningkatan pada tahun 2012 sebesar 81 siswa.tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan media komunikasi dalam keberhasilan promosi kesehatan gigi dan mulut di SDN 1 jati agung kec.ambarawa kab.pringsewu tahun 2013.Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional sampel yang digunakan 53 responden.pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan analisa chi square.hasil penelitian diperoleh peran media komunikasi lebih tinggi pada kategori kurang baik sebesar 38 responden (71,7%),keberhasilan promosi kesehatan gigi dan mulut lebih tinggi pada kategori tidak berhasil sebesar 33 responden (62,3%) dan ada hubungan yang signifikan antara hubungan media komunikasi dengan keberhasilan promosi kesehatan gigi dan mulut ( p value = 0,002 < 0,05 ). Dari hasil penelitian disarankan perlu peningkatkan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut di SDN 1 Jati Agung kec.Ambarawa kab.Pringsewu dengan memperhatikan metode dan alat bantu penyuluhan seperti perencanaan,metode,alat bantu penyuluhan yang menarik perhatian, penggunaan bahasa yang mudah dipahami serta menyenangkan sehingga dapat menarik perhatian atau minat pihak komunikan agar pesan atau informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Kata kunci : Media komunikasi, Promosi kesehatan gigi LATAR BELAKANG Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan dari kesehatan pada umumnya, saat ini masyarakat Indonesia perlu diberdayakan dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut dengan mencegah, merawat dan memelihara kesehatan gigi. Pemberdayaan ini harus dimulai sejak dini melalui program edukasi dan sosialisasi yang terarah dan terfokus (Andayasari, 2009). Data World Health Organization (WHO) tahun 2008 menyatakan bahwa sebesar 78% penduduk di dunia mengalami gangguan kesehatan gigi terutama di negara berkembang, Kerusakan ini dapat ditemukan pada semua jenis umur dan 76,5% hal ini dialami oleh kelompok anak usia sekolah (Sintawati, 2009). Data dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 di Indonesia mendapatkan, keluhan sakit gigi mengganggu 13% penduduk per bulan atau sebanyak 2.620.000 penduduk per bulan. Data Kementrian Kesehatan RI tahun 2010 menunjukkan bahwa 91,1% penduduk Indonesia usia 10 tahun ke atas telah melakukan sikat gigi setiap hari, namun hanya 7,3% yang menggosok 3 kali sehari. Hal ini dipengaruhi oleh masih buruknya perilaku masyarakat Indonesia dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka. Data hasil Riskesdas tahun 2010 secara umum prevalensi gangguan kesehatan gigi dan mulut di Provinsi Lampung yaitu sebesar 43,1% penduduk pada usia anak sekolah mengalami karies aktif, 59,5% mengalami pengalaman karies aktif, penduduk yang mendapat pengobatan akibat gangguan kesehatan gigi sebesar 91,8%, penambalan dan pencabutan gigi sebesar 25,3%, konseling perawatan/ kebersihan gigi sebesar 6,8%. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Prengsewu tahun 2012,prevalensi karies aktif menunjukkan variasi menurut karakteristik responden berdasarkan kelompok umur 6 - 12 tahun sebesar 53,2%, PENELITIAN brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by e-Jurnal Poltekkes Tanjungkarang