Vol.13 no.2|Desember 2022 EXPLORE : ISSN: 2087-2062, Online ISSN: 2686-181X / DOI: http://dx.doi.org/10.36448/jsit.v13i2.2712 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License 95 Pengujian Model Pengaruh Tata Kelola TI Terhadap Transformasi Digital dan Kinerja Asuransi C Nazmi Robbiyani* 1 , Rahmat Mulyana 2 , Lukman Abdurrahman 3 1, 2, 3 Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Rekayasa Industri, Universitas Telkom, Bandung, Indonesia 2 Department of Computer and Systems Sciences (DSV), Stockholm University, Kista, Sweden * 1 nazmirobbiyani@student.telkomuniversity.ac.id, 2 rahmat@dsv.su.se/rahmatmoelyana@telkomuniversity.ac.id, 3 abdural@telkomuniversity.ac.id Abstract- The emergence of new technological disruptions, changes in stakeholder behavior, and the emergence of the COVID- 19 pandemic have made many incumbent organizations accelerate their digital transformation (DT). However, many DT-related investments have not met expectations due to a lack of governance practices. Previous research has shown the impact of IT governance (ITG) on organizational performance. However, traditional ITG mechanisms are suspected not necessarily effective in controlling DT. There are knowledge gaps in exploring the influence of ITG on DT and organizational performance (OP). Therefore, this study aimed to examine the influence model of hybrid ITG (traditional and agile/adaptive) on DT and OP based on a balanced scorecard (BSC) perspective. The method used was a survey by distributing a Likert scale online questionnaire to 11 roles related to DT in Asuransi C and got 52 respondents. The data were then analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) and the SmartPLS application. The results showed that both agile/adaptive and traditional ITG mechanisms positively affected DT with a t statistic value of 1.799/ 2.754. Likewise, TD has a positive and significant effect on OP with a t statistic value of 13.001. Keywords: IT Governance, Digital Transformation, Organizational Performance, SEM, SmartPLS, Insurance, Indonesia Abstrak-Munculnya disrupsi teknologi baru, adanya perubahan perilaku pemangku kepentingan, serta munculnya pandemi COVID-19 membuat banyak organisasi incumbent melakukan akselerasi transformasi digital (TD). Namun banyak investasi terkait TD belum memenuhi harapan karena kurangnya praktik tata kelola yang baik. Penelitian sebelumnya menunjukkan adanya dampak tata kelola TI (TKTI) terhadap kinerja organisasi. Akan tetapi, praktik TKTI tradisional belum tentu efektif untuk mengawal TD. Masih sedikit penelitian mengenai pengaruh TKTI terhadap TD, serta mengeksplorasi pengaruh TD terhadap kinerja organisasi (KO). Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji model pengaruh TKTI hibrida (tradisional dan agile/ adaptive) terhadap TD dan pengaruh DT terhadap KO pada perspektif balanced scorecard (BSC). Metode yang digunakan adalah survei dengan menyebarkan kuesioner online berskala likert kepada 11 peranan terkait TD di Asuransi C dan berhasil mendapatkan 52 responden. Data kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dan aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme TKTI agile/ adaptive maupun tradisional berpengaruh positif terhadap TD dengan nilai t statistic 1.799/ 2.754. Begitu pun TD berpengaruh positif dan signifikan terhadap KO dengan nilai t statistic 13.001. Kata Kunci: Tata Kelola TI, Transformasi Digital, Kinerja Organisasi, SEM, SmartPLS, Asuransi, Indonesia 1. Pendahuluan Di era revolusi industri 4.0, teknologi informasi (TI) dan digital telah berkembang sangat pesat dan makin berperan penting dalam membantu pencapaian efektivitas dan efisiensi organisasi dalam pencapaian visi, misi, dan tujuannya [1]. Kemajuan teknologi tersebut membuat organisasi berlomba-lomba mengembangkan produk dan layanan berbasis digital serta diikuti dengan penemuan atau diferensiasi model bisnis sehingga menciptakan peluang baru yang sekaligus menjadi ancaman bagi organisasi lain yang lambat beradaptasi. Fenomena itulah yang memacu akselerasi transformasi digital (TD) pada organisasi incumbent. Definisi TD berdasarkan Gong & Ribiere hal.12 [2] di sini adalah, proses perubahan mendasar, yang disebabkan oleh adanya penggunaan teknologi digital yang inovatif disertai dengan pengaruh strategis dari sumber daya dan kompetensi utama, guna meningkatkan nilai suatu entitas secara radikal (seperti, organisasi, jaringan bisnis, industri atau masyarakat).” Kemajuan memicu perubahan cara pemangku kepentingan berinteraksi dengan organisasi dan satu sama lainnya menuju digital [3]. Agar dapat mengikuti kemajuan teknologi tersebut sebuah organisasi perlu Jurnal Sistem Informasi dan Telematika (Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika)