178 Forum Ilmu Sosial, Vol. 40 No. 2 Desember 2013 Info Artikel Abstrak Sejarah Artikel Diterima Mei 2013 Disetujui Juni 2013 Dipublikasikan Juni 2013 Keywords: * Alamat korespondensi atikcatur@gmail.com 2013 Universitas Negeri Semarang JURNAL FORUM ILMU SOSIAL Tulisan ini berupaya untuk mengkaji pendidikan lingkungan (ecoliteracy) masyarakat rawan bencana melalui melalui local knowledge mitos Prabu Boko. Keberadaan mitos ini menghadirkan punden-punden yang hampir terdapat di setiap dusun yang diyakini memiliki 'danyang' sebagai leluhur yang dianggap penjaga dusun. Untuk menghormati keberadaan danyang, masyarakat dusun menyelenggarakan ritual atau upacara adat dengan tujuan untuk menolak bala terutama terjadinya bencana alam. Adapun data diperoleh melalui wawancara mendalam yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan penjaga punden. Selain itu, untuk memperkuat data dilakukan observasi non partisipan dan penelusuran cerita lisan yang berasal dari tokoh masyarakat yang dituakan. Sikap masyarakat yang masih mempercayai keberadaan mitos Prabu Boko dianggap sebagai upaya untuk mencegah terjadinya bencana alam melalui kegiatan bersih desa yang disertai persembahan sesuai mitos kepada danyang sebagai penunggu desa. Ecoliteracy, Sensitive Natural Disaster, Prabu Boko Myth FORUM ILMU SOSIAL FIS 40 (2) (2013) http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/FIS ECOLITERACY MASYARAKAT RAWAN BENCANA MELALUI MITOS PRABU BOKO DI KECAMATAN TAWANGMANGU, KABUPATEN KARANGANYAR, JAWA TENGAH Herimanto* Dosen Prodi Pendidikan Sejarah, FKIP Atik Catur Budiati* Dosen Prodi Pendidikan Sosiologi Antropologi, FKIP UNS Trisni Utami* Dosen Jurusan Sosiologi, FISIP UNS Abstract This study aims to consider about ecoliteracy in community with sensitive natural disaster by local knowledge “Prabu Boko Mithology”. Existence of the myth could cause a holy placed at neighborhood had “danyang” as ancestor taking care village. To respect “danyang”, community run traditional ritual to refuse natural disaster. The data are gained by indepth interview through public figure, religious man, and caretaker holy placed. Moreover, this study is run by non participant observation and folklore (traditional story) to reinforce the data. Based on the data show that traditional community still have been believe on Prabu Boko Myth by done “Bersih Desa” ritual with rituals offering as respect of ancestor. “Bersih Desa” means traditional ritual to repeal natural disaster.