Jurnal Manajemen Pemasaran, Vol. 16, No. 2, Oktober 2022, 126132 doi: 10.9744/pemasaran.16.2.126132 p-ISSN 1907-235X / e-ISSN 2597-615X 126 PENERAPAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) TERHADAP PERILAKU KONSUMEN MOBILE BANKING DI SURABAYA Widya Wulandari 1 , Edwin Japarianto 2* , Trixie Nova Bella Tandijaya 3 1,2,3 Sekolah Bisnis dan Manajemen, Universitas Kristen Petra Jalan Siwalankerto 121-131, Surabaya 60236, Indonesia E-mail: widyawulan1699@gmail.com 1 ; edwinj@petra.ac.id 2 ; trixie.nova@petra.ac.id 3 *Penulis korespondensi Abstrak: Perkembangan digitalisasi yang terjadi telah mengubah kebutuhan serta perilaku pelanggan pada saat ini, salah satunya pada sektor Perbankan. Bank merupakan perusahaan dengan fokus yang berorientasi kepada pelanggan dan pihak bank berusaha untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan menciptakan aplikasi mobile banking yang bisa membantu transaksi perbankan dengan menggunakan smartphone. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penerapan Technology Acceptance Model (TAM) dengan melibatkan perceived usefulness, behavioral intention to use dan attitude toward using sebagai variabel intervening pada perilaku konsumen mobile banking di Surabaya. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa manfaat kegunaan dari suatu sistem teknologi dapat mempengaruhi minat perilaku penggunaan sistem teknologi tersebut yang disertai dengan sikap penggunaan secara positif. Kata kunci: Perceived usefulness, attitude toward using, behavioral intention to use. Abstract: The development of digitalization that has occurred has changed the needs and behaviour of customers at this time, one of which is in the banking sector. The bank is a company with a customer-oriented focus and the bank strives to meet customer needs by creating a mobile banking application that can assist banking transactions using smartphones. This study aims to analyze the application of the Technology Acceptance Model (TAM) involving perceived usefulness, behavioral intention to use and attitude toward using as intervening variables on consumer behavior in mobile banking in Surabaya. The results of this study show that the usefulness of a technological system can affect the behavioral interest in using the technology system, which is accompanied by a positive attitude towards using. Keywords: Perceived usefulness, attitude toward using, behavioral intention to use. PENDAHULUAN Keberadaan bank pada suatu negara memiliki peran besar dalam memajukan perekonomian, karena bank memiliki wewenang untuk mengumpulkan dana milik masyarakat untuk disalurkan kepada masyarakat dengan berbagai tujuan (Soesilo, et al., 2006). Pada saat ini, Bank merupakan salah satu sektor penyedia jasa yang sangat diperlukan keberadaannya baik di kota besar atau kota kecil sehingga persaingan dalam sektor perbankan menjadi sengit dan agar dapat tetap bertahan dalam persaingan, setiap bank perlu bergerak secara fleksibel untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang selalu berubah mengikuti per- kembangan waktu dan zaman. Pada masa sekarang, hampir mayoritas masyarakat di Indonesia telah mengalami keter- gantungan pada teknologi, dimana penggunaan teknologi pada masyarakat mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Dengan berkembangnya digitalisasi di Indonesia, sektor perbankan memiliki peluang yang sangat besar dalam mengadopsi perkembangan digitalisasi. Bank dapat memanfaatkan momen ini dengan menerapkan saluran secara online dengan berfokus untuk mengembangkan sistem berbasis online seperti mobile banking atau internet banking. Adanya aplikasi mobile banking merupakan inovasi yang dapat membantu dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang selalu menggunakan smartphone pada setiap aktivitasnya, khususnya bagi masyarakat dengan kesibukan padat sehingga tidak memiliki waktu untuk pergi ke bank secara langsung. Dengan menggunakan mobile banking, Dalam memprediksi penerimaan masyarakat terhadap suatu sistem teknologi baru dalam suatu pasar, para pengembang dapat menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). TAM merupakan suatu sistem atau metode yang diterapkan untuk mengetahui kesediaan individu dalam meng- gunakan suatu sistem informasi berbasis teknologi secara lebih spesifik (Davis, 1989). Hasil penerapan TAM dalam memprediksi penerimaan sistem teknologi umumnya dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu manfaat kegunaan (perceived usefulness ) dan kemudahan dalam penggunaan (perceived ease of use). Penelitian dari Pikkarainen et