SLACKTIVISM CYBER-COMMUNITY MELALUI MEDIA SOSIAL TWITTER (Studi pada Kontroversi Pondok Pesantren Al-Zaytun) Oleh: Ayu Lestari Email: aaylesstari2203@gmail.com A. Latar Belakang Sudah tidak asing lagi ketika dalam berbagai ranah kehidupan masyarakat harus berdampingan dengan proses digitalisasi yang melibatkan internet dan media sosial sebagai perantaranya. Aktivitas digital merajalela seiring dengan berkembangnya penggunaan media yang cukup memberikan pengaruh besar dalam masyarakat. Aktivitas digital juga biasa dikenal dengan sebutan digital activism. Dimana dengan adanya digital activism, mampu menggerakkan secara besar masyarakat maya atau cyber-community untuk ikut dan berpartisipasi mengembangkan sebuah gerakan demi tujuan dan fungsi tertentu terkait sebuah isu. Hal ini turut didukung dengan pernyataan bahwa digital activism atau aktivisme digital pada remaja dimaknai sebagai praktik online remaja dan dewasa muda yang melibatkan tindakan politik, sipil, sosial dan budaya yang berorientasi pada perubahan atau transformasi sosial. Dalam proses digital activism tentu tidak dapat dilepaskan dari peran media sosial dengan berbagai platform yang tersedia sebagai pendukungnya (Stornaiuolo & Thomas, 2017). Media sosial memfasilitasi pembuatan dan berbagi informasi yang mungkin tidak didistribusikan atau tersedia di outlet berita arus utama. Like, comment, share, hashtag dan re-tweet menjadi bentuk-bentuk dari apa yang dikatakan sebagai digital activism. Transformasi aktivitas yang tidak hanya dilakukan secara fisik namun juga virtual menyebabkan apa yang sudah digambarkan sebelumnya yaitu digital activism melalui internet dan media. Termasuk dalam hal ini adalah aktivitas yang mendukung sebuah isu dari masyarakat baik berupa protes, dukungan maupun keresahan untuk diangkat ke tengah-tengah masyarakat luas. Hal ini dapat dikatakan sebagai slacktivism yang menjadi bagian dari digital activism itu sendiri. Hanya saja, ranah slacktivism atau clicktivism lebih sempit dibandingkan digital activism secara general. Slacktivism ini secara singkat aktivitas yang turut mendukung atau berkontribusi secara tidak langsung atau virtual terhadap suatu isu melalui media baik itu media sosial maupun platform online. Akhir-akhir ini banyak informasi atau berita yang tersebar dengan pesat di tengah masyarakat dimana mengangkat berbagai isu dari segala sudut. Salah satunya isu terkait instansi