Volume VIII, No.2, April 2023 Hal 5794 - 5800 5794 p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 Studi Kualitas Air Krueng Brayeun di Kabupaten Aceh Besar sebagai Air Baku Air Minum Ansiha Nur 1 , Yeggi Darnas 2 , Mhd. Fauzi 3 1 Departmen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Andalas, Padang, Indonesia 2 Teknik Lingkungan, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh Indonesa 3 Program Doktor Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung, Bandung, Indonesia *Koresponden email: ansiha@eng.unand.ac.id Diterima: 22 Maret 2023 Disetujui: 29 Maret 2023 Abstract This study aims to identify the water quality of the Krueng Brayeun River as one of the potential surface waters to meet the needs for the development of a Drinking Water Supply System (SPAM) in Banda Aceh City and Aceh Besar District. Water samples were taken at five locations around the planned intake, namely two points before the planned intake and three points after the planned intake. Laboratory tests were carried out on physical, chemical, and biological parameters. Based on the test results, it is possible to use the proposed intake location as a source of raw water for PP RI No. 22 of 2021 class I. There is no possibility of pollution at the site of the proposed intake, and water-related activities that are carried out close to bends do not have an impact on the river of quality Kr. Brayeun. Recommendations for securing raw water sources are needed so that the utilization of Krueng Brayeun River water does not interfere with the PDAM's processing process. Keywords: drinking water, intake, krueng brayeun, water supply systems, water recreation Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas air Sungai Krueng Brayeun sebagai salah satu air permukaan potensial untuk memenuhi kebutuhan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Contoh air diambil pada lima titik lokasi yang berada di sekitar intake rencana, yaitu dua titik sebelum intake rencana dan tiga titik setelah intake rencana. Uji laboratorium dilakukan terhadap parameter fisik, kimia dan biologi. Hasil pengujian menunjukkan rencana lokasi intake berpotensi untuk dijadikan sumber air baku berdasarkan PP RI No 22 Tahun 2021 kelas I. Tidak ada potensi pencemaran di lokasi tempat intake rencana, termasuk aktivitas wisata air yang berada di dekat bendung tidak memberikan pengaruh terhadap penurunan kualitas air sungai Kr. Brayeun. Perlu rekomendasi pengamanan sumber air baku agar pemanfaatan air Sungai Krueng Brayeun tidak mengganggu proses pengolahan PDAM. Kata Kunci: air minum, intake, Krueng Brayeun, SPAM, wisata air 1. Latar Belakang Kebutuhan air minum semakin meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk [1]. Sungai merupakan sumber air baku yang sangat potensial untuk pemenuhan kebutuhan air minum suatu kota/kabupaten [2]. Terlebih apabila sungai tersebut berpotensi dari sisi kualitas dan kuantitas untuk masa yang akan datang. Dengan demikian kualitas sungai menjadi faktor yang sangat penting untuk menjadi pertimbangan kelayakan lokasi pengambilan air baku (intake) nya, Kualitas sungai kelas I dan II menjadi prioritas untuk lokasi intake air bakunya. Ditinjau dari sisi biaya, kebutuhan unit-unit pengolahan air minum pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan intake pada sungai kelas I atau II lebih murah, tidak membutuhkan unit-unit pengolahan yang lengkap. Seiring berjalannya waktu, tidak bisa dipungkiri bahwa perubahan kualitas air sungai akibat adanya perubahan penggunaan lahan di hulu sungai sebagai dampak aktifitas manusia tidak bisa dihindari. Bahkan apabila di sekitar sungai tersebut terdapat aktifitas manusia yang secara langsung mempengaruhi kualitas air sungai [3]. Saat ini, sumber air dari Sungai Krueng Brayeun di Kabupaten Aceh Barat direkomendasikan untuk air baku air minum untuk pemenuhan pengembangan SPAM Kota Banda Aceh – Kabupaten Aceh Besar 2023 – 2041 (PUPR, 2021) [4], akan tetapi berdasarkan investigasi awal dari penelitian ini terdapat adanya aktifitas wisata air di sekitar lokasi rencana intake.