Seminar Nasional Tahunan Ke-IV Hasil-Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan Semarang, 1 November 2014 352 KAJIAN PEMBERIAN MINYAK CENGKEH PADA KEPADATAN YANG BERBEDA TERHADAP KELULUSHIDUPAN DAN KADAR GLUKOSA DARAH BENIH NILA (Oreochromis niloticus) Alfabetian Harjuno Condro Haditomo 1 , Sri Rejeki 1 , M Fajar Ardiansyah 2 1 Staf Pengajar Program Studi Budidaya Perairan, FPIK, Universitas Diponegoro 2 Mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, FPIK, Universitas Diponegoro Alamat korespondensi: condrohaditomo@gmail.com ABSTRAK Transportasi benih antar pula umumnya menggunakan pengangkutan jalur udara. Pengangkutan melalui jalur udara memiliki kekurangan yakni biaya sangat besar, namun memiliki keunggulan dari segi waktu yang lebih singkat. Peningkatan jumlah kepadatan benih tanpa mengakibatkan kematian dan stres berlebih akan memberikan keuntungan bagi penjual dan pembeli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak cengkeh pada kepadatan yang berbeda terhadap kelulushidupan benih dan kadar glukosa darah Nila pasca pengangkutan sehingga diketahui kepadatan terbaik dengan kelulushidupan tertinggi serta tingkat stres terendah akibat pengangkutan. Dosis minyak cengkeh yang digunakan adalah 15ppm pada kepadatan benih Nila 400, 500, dan 600 ekor/L. Hasil penelitian menunjukkan kadar glukosa darah benih Nila setelah pengangkutan menunjukkan nilai terendah pada perlakuan tanpa pemberian minyak cengkeh dengan kepadatan 400 ekor/L yakni sebesar 95,00±29,55 mg/L dan nilai glukosa tertinggi pada perlakuan tanpa pemberian minyak cengkeh dengan kepadatan 600 ekor/L yakni sebesar 280,33±68,24 mg/L. Kelulushidupan terendah pada kepadatan 600 ekor/L tanpa pemberian minyak cengkeh yakni sebesar 80,67±3,17% dan tertinggi pada kepadatan 400 ekor/L. Pemberian minyak cengkeh pada kepadatan yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap kelulushidupan dan kadar glukosa darah benih nila setelah pengangkutan. Kepadatan berpengaruh nyata terhadap kelulushidupan benih nila setelah pengangkutan. Pemberian minyak cengkeh dan kepadatan masing-masing sebagai faktor tunggal mampu menekan stres selama kegiatan pengangkutan. Kepadatan 600 ekor/L dengan penambahan minyak cengkeh dapat diaplikasikan dalam pengangkutan benih nila ukuran 2-3 cm dengan jarak tempuh 10 jam. Kata kunci: nila, minyak cengkeh, glukosa darah, pengangkutan PENDAHULUAN Meningkatnya permintaan nila konsumsi (O. niloticus) berkorelasi positif dengan jumlah permintaan benih nila. Permintaan tidak hanya antar kota dalam provinsi namun juga sampai antar pulau yang berbeda. Pengiriman benih antar pulau ini disebabkan kurangnya benih pada suatu daerah sehingga pembudidaya membeli benih dari provinsi lain seperti Jawa Barat dan Yogyakarta. Pengiriman benih antar pulau sangat mengandalkan pengangkutan jalur udara menggunakan pesawat kargo. Apabila kepadatan dapat ditingkatkan tanpa mengakibatkan kematian saat pengiriman dan stres berlebih sehingga mengakibatkan banyaknya kematian benih pasca pengiriman maka akan sangat menguntungkan bagi para pembudidaya. Prinsip dasar pengangkutan adalah membuat ikan berada pada kondisi yang nyaman ketika proses pengiriman, baik melalui proses penurunan metabolisme, maupun melalui penambahan bahan lain untuk menyerap hasil metabolisme. Penambahan bahan untuk menyerap hasil metabolisme yang sering digunakan adalah zeolit dan arang aktif, namun hal ini dapat menaikkan biaya pengiriman karena berat dan volume ruang yang T5-26