p-ISSN 2086-6380 Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, Mar2023, 14(1):88-97 e-ISSN 2548-7949 DOI: https://doi.org/10.26553/jikm.2023.14.1.88-97 Available online at http://ejournal.fkm.unsri.ac.id/index.php/jikm 88 March 2023 MENTAL HEALTH STATUS AND ITS DETERMINANTS AMONG OLDER PEOPLE IN RURAL AREA IN THE DISTRICT OF BANYUMAS CENTRAL JAVA Budi Aji 1 , Siti Masfiah 1 , Siwi Pramatama Mars Wijayanti 1 , Dian Anandari 1 , Chalermpol Chamchan 2 1 School of Public Health, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Central Java, Indonesia 2 Institute for Population and Social Research, Mahidol University, Phutthamonthon, Nakhon Pathom, Thailand ABSTRACT Elderly people experience several health problems due to their vulnerability to many diseases, which may affect their mental health. This study aims to assess mental health status among older people and its determinants in rural areas. It is a cross-sectional study design and involves 412 respondents from 9 villages in the district of Banyumas. The data was analyzed by using a logistic regression model. The findings showed that older people with a large number of family members were four times more likely to have a mental health issue than those with a small number. Older people with a history of noncommunicable disease (NCD) had a threefold higher risk of experiencing mental health disorders than older people without NCD. Three times as many elderly people with middle economic status reported having mental health issues. Older people with lower education have fewer mental health problems compared to older people who graduated from higher education levels. Health check-up was discovered to influence mental health problems, with older people who did checkups even if irregularly having fewer mental health problems than older people who never did. The study concludes that family size, NCD history, economic condition, education, and health check-up are determinants of mental health disorders in rural Indonesia. Keywords: older people, mental health, rural community, Indonesia ABSTRAK Penduduk lansia sering mengalami permasalahan kesehatan dikarenakan kondisi yang rentan terhadap penyakit, hal tersebut berpotensi mempengaruhi terhadap kondisi kesehatan mentalnya. Kajian ini bertujuan untuk mengukur kesehatan mental pada lansia dan faktor-faktor determinan apa saja yang berpengaruh khususnya di daerah pedesaan. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dan melibatkan 412 responden dari 9 desa di wilayah Kabupaten Banyumas. Uji regresi logistik digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian mengambarkan bahwa lansia dengan jumlah anggota keluarga yang banyak memiliki kemungkinan empat kali lebih besar mengalami masalah kesehatan jiwa dibandingkan lansia yang memiliki jumlah anggota keluarga yang sedikit. Lansia dengan riwayat penyakit tidak menular memiliki tiga kali lebih besar risiko masalah kesehatan mental daripada lansia tanpa penyakit tidak menular. Tiga kali lebih banyak lansia dengan status ekonomi menengah yang mengalami masalah kesehatan mental. Lansia dengan pendidikan yang lebih rendah memiliki lebih sedikit masalah kesehatan mental dibandingkan dengan lansia yang lulus dari tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Pemeriksaan kesehatan ditemukan mempengaruhi masalah kesehatan mental, dengan lansia yang melakukan pemeriksaan kesehatan meskipun tidak teratur memiliki lebih sedikit masalah kesehatan mental dibandingkan dengan lansia yang tidak pernah memeriksakan diri. Disimpulkan bahwa ukuran keluarga, riwayat penyakit tidak menular, kondisi ekonomi, pendidikan, dan pemeriksaan kesehatan merupakan faktor penentu masalah kesehatan jiwa di daerah pedesaan di Indonesia. Kata kunci: lansia, kesehatan mental, masyarakat pedesaan, Indonesia Correspondence Address: Budi Aji, School of Public Health, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Central Java, Indonesia E-mail: budi.aji57@gmail.com