Jurnal Ilmiah GIGA Volume 20 (1) Juni 2017 Halaman 22-29 ISSN 1410-8682 22 Perancangan Sistem Kendali Cascade pada Deaerator Berbasis Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS) Rayjansof Chairi 1 , Fitria Hidayanti 1 , Idris Kusuma 1,2 1 Program Studi Fisika Teknik, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Nasional, Jakarta 2 Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Nasional, Jakarta Korespondensi: idrislah@yahoo.com Abstrak. Pada penelitian ini dilakukan perancangan pengendali cascade dengan kombinasi ANFIS – ANFIS untuk diimplementasikan pada pengendalian proses. Objek yang digunakan pada penelitian ini adalah deaerator pada pengindentifikasian dan Pressure-rig 38-714 pada pengujian respon yang keduanya mendukung konfigurasi cascade. Pada pengindentifikasian menggunakan Adaptif Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS), variabel yang dikendalikan pada siklus utama adalah level pada Dearator sedangkan pada siklus sekundernya adalah laju aliran. Pada pengujian respon, variabel yang dikendalikan pada siklus utama adalah tekanan, sedangkan pada siklus sekunder adalah laju aliran. Metode yang diajukan adalah dengan mengganti kombinasi pengendali pada arsitektur cascade dengan menggunakan ANFIS – ANFIS untuk meningkatkan performa pengendalian. Perbandingan dilakukan pada kombinasi PID – PID, ANFIS – PID, dan ANFIS – ANFIS. ANFIS – ANFIS menghasilkan pengendalian lebih baik dengan maksimum overshoot, rise time, dan settling time berturut – turut adalah tidak ada overshoot, 7 s, dan 10 s. sedangkan pada PID – PID dan ANFIS – PID berturut – turut, 22% dan 4 %, 6.05 s, 35.5 s dan 10 s. Kata kunci: Cascade, ANFIS, Deaerator, Overshoot, Risetime, Settling time. PENDAHULUAN Industri kimia di Indonesia merupakan sektor penting dalam perkembangan ekonomi dan masa depan negara. Banyaknya BUMN atau Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dibidang ini menjadi sektor yang harus diperhatikan khususnya pupuk urea sebagai penunjang pertanian Indonesia yang notabene merupakan negara agrari. PT Pupuk Iskandar Muda merupakan salah satu contoh produsen pupuk Indonesia yang memfokuskan produksinya pada pupuk urea yang tergranulasi. PT Pupuk Iskandar Muda memiliki beberapa unit yang masing-masing unit memiliki peranan tersendiri dalam rantai proses. Salah satu dari unit tersebut adalah unit Amonia , yang merupakan unit produksi bahan baku pupuk urea. Unit ini dapat pula disebut steam unit karena mampu memproduksi uap sendiri yang merupakan salah satu utilitas yang penting bagi pabrik secara keseluruhan [1]. Deaerator adalah alat yang digunakan pada industri kimia dan pembangkit. Alat ini berfungsi sebagai penghilang kandungan gas dalam air yang akan digunakan di dalam boiler. Gas yang dihilangkan adalah O2 dan CO2 yang menyebabkan korosi pada boiler bila tidak dihilangkan [2]. Hal ini menyebabkan deaerator menjadi salah satu peralatan penting dan cukup sensitif pada produksi uap sehingga pengendaliannya mendapat perhatian khusus. Oleh sebab itu maka unit deaerator pada PT Pupuk Iskandar Muda dibuat dengan bentuk Cascade. Cascade merupakan salah satu contoh sistem pengontrolan yang dapat dikatakan kompleks secara arsitektur. Sistem ini memiliki dua siklus sistem pengendalian, satu siklus merupakan variabel utama (siklus luar), sedangkan yang lainnya (siklus dalam) digunakan sebagai penghilang gangguan (disturbance). Keuntungan pada arsitektur ini adalah ketika terdeteksi gangguan pada siklus dalam, maka akan segera terdeteksi dan dilakukan penyesuaian. Dikarenakan proses pada siklus dalam lebih cepat dari variabel utama, maka struktur ini juga mampu mencegah terganggunya stabilitas pada proses yang berjalan [3]. Penggunaan ANFIS