Jurnal lmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah Volume 3, Nomor 1, Februari 2018 www.jim.unsyiah.ac.id/JFP Coresponding author : erfiza_nm@unsyiah.ac.id JIM Pertanian Unsyiah, Vol. 3, No. 1. 2018: 381-387 381 Analisis Total Flavonoid dan Vitamin C pada Beberapa Jenis Mentimun (Cucumis sativus L.) (Analysis of Total Flavonoid and Vitamin C on Several Types of Cucumber (Cucumis sativus L.)) Azis 1 , Yusya’ Abubakar 1 , Novia Mehra Erfiza 1* 1 Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala Abstrak. Mentimun (Cucumis sativus L) mengandung flavonoid dan vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan dan anti-kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total flavonoid dan vitamin C pada beberpa jenis mentimun yang ditanaman di Aceh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari satu faktor, yaitu jenis mentimun (T) yang terdiri dari 4 taraf yaitu T1= mentimun biasa, T2= mentimun watang, T3= mentimun wuku, dan T4= mentimun suri. Kombinasi perlakuan ini adalah 4 taraf dengan 3 kali ulangan. Analisis yang dilakukan ialah total flavonoid, total vitamin C dan pH. Dari hasil analisis diperoleh bahwa mentimun biasa memiliki kandungan total flavonoid 0,85 mgQE/ml, mentimun watang 0,58 mgQE/ml, mentimun wuku 7,22 mgQE/ml dan mentimun suri 2,02 mgQE/ml. Mentimun biasa mengandung vitamin C sebesar 10,33 mg/100 g bahan, mentimun watang 8,80 mg/100 g bahan, mentimun wuku 8,80 mg/100 g bahan dan mentimun suri 19,90 mg/100 g bahan, sedangkan nilai pH yang diperoleh mentimun biasa 6,21, mentimun watang 6,13, mentimun wuku 6,22 dan mentimun suri 4,69. Kandungan total flavonoid tertinggi diperoleh pada jenis mentimun wuku dan vitamin C tertinggi diperoleh pada jenis mentimun suri. Kata Kunci: mentimun, flavonoid, vitamin C, pH Abstract. Cucumber (Cucumis sativus L) contains flavonoids and vitamin C which have functions as antioxidant and anti-cancer. The aims of this study were to determine the total flavonoids and vitamin C in several types of cucumbers planted in Aceh. This research uses non factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting one factor, (i.e cucumber T) with 4 levels i.e T1 = regular cucumber, T2 = watang cucumber, T3 = wuku cucumber, and T4 = suri cucumber. The combination of these treatments were 3 replications. The parameters observed were total flavonoids, total vitamin C and pH. The results showed that the reguler cucumber has flavonoid content of 0.85 mg / QEml, watang cucumber 0.58 mg / QEml, wuku cucumber 7.22 mg / QEml and suri cucumber 2.02 mg / QEml. Reguler cucumber containts of vitamin C 10.33 mg/100 g material, watang cucumber 8.80 mg/100 g material, wuku cucumber 8.80 mg/100 g material and suri cucumber 19.90 mg/100 g material. Reguler cucumber had pH 6.21, watang cucumber 6.13, wuku cucumber 6.22, and suri cucumber 4.69. The highest total flavonoid content was obtained from wuku cucumber, and the highest total of vitamin C was obtained from suri cucumber. Keywords: cucumber, flavonoids, vitamin C, pH PENDAHULUAN Mentimun (Cucumis sativus L) merupakan salah satu jenis tanaman merambat yang termasuk kedalam jenis sayuran dari keluarga Cucurbitacea. Pembudidayaannya meluas ke seluruh dunia, baik di daerah beriklim tropis maupun sub tropis. Di Indonesia, tanaman mentimun banyak di tanam di dataran rendah (Wijoyo, 2012). Mentimun terbagi kedalam lima jenis, yaitu mentimun biasa, mentimun watang, mentimun wuku, mentimun suri dan mentimun krai. Namun pada umumnya masyarakat Aceh hanya menanam empat jenis