JESP-Vol. 1, No. 1, 2009 Dualisme Pasar Tenaga Kerja dan Dampak Upah Minimum Mit Witjaksono __________________________________________________________________________________________ Abstract Since the introduction of the dualistic labor market by Arthur W. Lewis in the 1954, the dualism hypothesis in the segmentation of labor market is still controversy and the impact of minimum wage policy only directly positive to the highly skilled and productive workers - the best workers. This article examines critically the controvesry surrounding the impact of minimun wage policy within the context of labor market dualism in Indonesia. Keywords: labor market dualism, minimum wage policy __________________________________________________________________________________________ Pada Kongres XV ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia) yang diselenggarakan di Malang (13-15 Juli 2003) dengan tema Strategi Pembangunan Ekonomi dalam Era Reformasi dan Globalisasi mengangkat per- soalan ketenagakerjaan dan pasar tenaga kerja (PTK) dalam 4 judul dari 11 judul makalah sidang pleno: 1. Kebijakan Upah Minimum dan Dampaknya terhadap Pasar Tenaga Kerja. 2. Prospektif Tenaga Kerja dalam Hubungan Industrial Sesuai UU No. 13 Tahun 2003. 3. Tekanan Berat pada Pasar Tenaga Kerja Formal Indonesia. 4. Krisis, Realitas Pengangguran, dan Beberapa Implikasi: Telaah Data Sekunder. Dari paparan masing-masing judul nampaknya dualisme PTK di Indonesia masih menjadi acuan orientasi analisis dan kebijakan secara makro maupun mikro. Keberadaan, peran, dan permasalahan PTK di sektor formal dan informal (sebagai dualistik PTK) menjadi kajian utama pada judul 1, 3, dan 4. Prakiraan secara statistik berdasarkan kajian dalam judul 1, mengarah pada keku- rang-berpihakan kebijakan upah minimum kepada sektor informal. Sementara itu, da- lam judul 3 sektor formal mendapat tekan- an berat dalam konteks persaingan global. Pertumbuhan jumlah dan ragam di sektor informal semakin tinggi dan melebar, tidak hanya di perdesaan, tetapi juga melan- da perkotaan, sebagaimana dikatakan oleh pengamat ekonomi Chatib Basri (Kompas, 16 Juni 2004), sektor informal mendomi- nasi PTK di Indonesia. Bagaimana dualisme PTK dan dampak kebijakan upah minimum menurut telaah tiga sumber di atas secara kritis memang patut mendapat perhatian untuk kepen- tingan ekonomi pembangunan; dan bagai- mana pula kajian di negara berkembang lainnya mengenai persoalan yang sama dicermati, menjadi pokok paparan dan ana- lisis kritik artikel ini. DUALISME PASAR TENAGA KERJA Kondisi PTK di Indonesia masih ber- sifat dualistik. Dualisme tercermin pada segmentasi PTK dalam dua sektor: formal (identik dengan modern), dan informal (identik dengan tradisional) dengan ciri umum teridentifikasi sebagai tabel berikut. __________________________________________ Alamat korespondensi: Mit Witjaksono. Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. E-mail: mitrojoyo@gmail.com vanmit@um.ac.id brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan