J. Sains Dasar 2019 8 (1) 13 - 19
Copyright © 2019, J. Sains Dasar, ISSN 2085-9872(print), ISSN 2443-1273(online)
MEKANISME BIOKIMIAWI DAN OPTIMALISASI Lactobacillus bulgaricus
DAN Streptococcus thermophilus DALAM PENGOLAHAN YOGHURT YANG
BERKUALITAS
BIOCHEMISTRY MECHANISM AND OPTIMIZATION Lactobacillus bulgaricus
AND Streptococcus thermophilus IN PROCESSING QUALITY YOGHURT
David Richard Hendarto
1,*)
, Arita Putri Handayani
1
, Elisa Esterelita
1
, Yoga Aji Handoko
1
1
Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana, Jl. Diponegoro 52-60, Salatiga, Indonesia
*email korespondensi: yoga.handoko@uksw.edu
Abstrak
Yoghurt merupakan produk olahan susu menjadi minuman asam terfermentasi yang terbuat dari starter bakteri asam
laktat. Beberapa manfaat mengkonsumsi yoghurt adalah dapat menurunkan kadar kolesterol darah, menjaga kesehatan
lambung dan mencegah penyakit kanker pada saluran pencernaan. terdapat dua bakteri yang merupakan kombinasi kultur
paling bagus untuk pembuatan yoghurt yaitu Lactobacillus bulgaricus dengan kondisi optimum untuk pertumbuhannya
adalah pH 5,5 dengan suhu 37°C dan Streptococcus thermophilus dengan kondisi optimum untuk pertumbuhannya adalah
pH 6,8 dengan suhu 37°C. Mekanisme biokimiawi pembentukan asam laktat oleh L. bulgaricus dan S. thermophilus terjadi
melalui proses pembentukan glukosa menjadi asam laktat yang berlangsung dalam keadaan anaerob. Proses glikolisis juga
turut berperan dalam terbentuknya asam laktat melalui jalur EMP. Enzim-enzim yang terlibat meliputi enzim glukokinase,
phosfoglukoisomerase, phosfofruktokinase, a-ldolase, gliseraldehid-3-phosfatdehidroginase, phosfogliserat kinase,
phosfgliseromutase, enolase, piruvatkinase dan dehydrogenase. Optimalisasi L. bulgaricus dan S. thermophilus pada proses
pengolahan yoghurt yang berkualitas dapat diperhatikan 2 faktor utama yang mempengaruhi yaitu suhu pertumbuhan kedua
bakteri yang harus optimal 42°C serta pH yang optimal 6,15.
Kata kunci : Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus, Biokimiawi, Optimalisasi, Yoghurt
Abstract
Yogurt is a dairy product that becomes a fermented acidic drink made from a starter of lactic acid bacteria. Some of
the benefits of consuming yogurt can reduce blood cholesterol levels, maintain stomach health and prevent cancer of the
digestive tract. There are two bacteria which are the best combination of cultures for making yogurt, namely Lactobacillus
bulgaricus with optimum conditions for its growth is pH 5.5 with a temperature of 37°C and Streptococcus thermophilus
with optimum conditions for growth is pH 6.8 with a temperature of 37°C. The formation of lactic acid by L. bulgaricus
and S. thermophilus occurs through the process of forming glucose into lactic acid which takes place under anaerobic
conditions. The glycolysis process also plays a role in the formation of lactic acid via the EMP pathway. The enzymes
involved include the enzyme glucokinase, phosphoglucoisomerase, phosphofructokinase, a-ldolase, glyceraldehyde-3-
phosphatdehydroginase, phosphoglycerate kinase, phosphoglyceromutase, enolase, pyruvatkinase and dehydrogenase.
Optimization of L. bulgaricus and S. thermophilus in the processing of quality yogurt can be considered 2 main factors that
influence the growth temperature of the two bacteria that must be optimal 42°C and optimal pH 6.15.
Keywords: Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus, Biochemistry, Optimalitation, Yogurt
Pendahuluan
Yoghurt merupakan produk olahan susu
menjadi minuman asam terfermentasi yang terbuat
dari starter bakteri asam laktat [1]. Bakteri yang
hidup dalam yoghurt juga menyumbang enzim
laktase yang diperlukan untuk mencerna sisa gula
susu yang ada dalam yoghurt. Tingkat keawetan
yoghurt lebih tinggi bila dibandingkan dengan
tingkat keawetan susu segar, karena di dalam
yoghurt terdapat asam laktat yang mampu
memberikan keawetan pada yoghurt sehingga asam
laktat tersebut dapat dikatakan sebagai pengawet
alami yoghurt [2]. Susu segar jika dibiarkan dalam
beberapa jam akan ditumbuhi bakteri sehingga
menjadi cepat basi. Berbeda dengan yoghurt yang
dapat bertahan hingga beberapa hari jika dibiarkan.
Asam laktat dari bakteri pada yoghurt,
menyebabkan lingkungan yang asam sehingga
banyak bakteri lain yang terhambat
pertumbuhannya [3].
Beberapa manfaat mengkonsumsi yoghurt
adalah dapat menurunkan kadar kolesterol darah,
menjaga kesehatan lambung dan mencegah
penyakit kanker pada saluran pencernaan. Enzim
laktase pada usus halus dapat memfermentasikan
laktosa pada yoghurt ke dalam asam laktat,
sehingga aman untuk dikonsumsi. Yoghurt