213 Jurnal Komunitas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4, No. 2, Januari 2022, pp. 213-217 ISSN 2021-6434 http://ojs.stiami.ac.id jurnalkomunitas1@gmail.com / jurnalkomunitas@stiami.ac.id Pemanfaatan Limbah Batang Pisang Melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair pada Masyarakat Desa Purworejo Kabupaten Blitar Muhammad Helmi Hakim a,1,* , Muhammad Febri Alfa Rizki a,2 , Alfian Perdana Zahri a,3 , Milya Nur Fadila a,4 , Muhammad Fikri Aziz Mustofa a,5 , Mohamad Faisal Burhani Pradana a,6 , Atina Ilma a,7 a Universitas Nahdlatul Ulama Blitar, 66117, Indonesia 1 helmihakim@unublitar.ac.id*; 2 farizkialfa01@gmail.com; 3 zahri.alfian1812@gmail.com; 4 milyanurfadila20@gmail.com; 5 faziz.fikri@gmail.com; 6 mohamadfaisal596@gmail.com; 7 atinailma0201@gmail.com 1 * 1 corresponding 1 author 1 A. PENDAHULUAN Desa Purworejo terletak di Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur. Luas wilayah desa tersebut yaitu 502.915 ha dan terletak pada koordinat 8⁰21’ LS 112⁰13’ BT. Desa Purworejo memiliki kekayaan alam berupa perkebunan pisang yang luas. Desa Purworejo sendiri terdiri dari beberapa dusun yang terdiri dari dusun Purworejo, Centong, Karangjati, dan Gendong. Dusun Purworejo merupakan salah satu dusun di Desa Purworejo. Berdasarkan informasi dari website Desa Purworejo memiliki Wisata Kebun Pisang yang dikelola oleh Kelompok Masyarakat (POKMAS) Wijaya Kusuma (Anonim, 2022). Dusun Purworejo mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani. Masyarakat 1 dusun Purworejo yang 1 sebagian besar bekerja sebagai petani, sangat membutuhkan keberadaan pupuk sebagai sarana dalam merawat dan mengembangkan tanaman yang dibudidayakannya. Para petani dalam mendapatkan pupuk selama ini dengan cara membeli 1 dari toko 1 pertanian, 1 padahal tersedia banyak sumber 1 daya alternatif dari alam yang bisa dimanfaatkan untuk membuat 1 pupuk organik. Contoh sumber daya alternatif dari alam yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik 1 adalah dari pohon 1 pisang bagian bonggolnya (Siagian, 2019). Pohon 1 pisang yang telah dipanen selanjutnya akan menghasilkan limbah organik pertanian yang berupa batang pisang. Batang pisang jika terlalu lama menumpuk kemudian terkena hujan dan tidak diolah maka dapat menimbulkan polusi udarah berupa bau yang tidak sedap. Belum dimanfaatkannya limbah pohon pisang dikarenakan masih minimnya pengetahuan masyarakat dalam mengelolah bonggol pohon pisang menjadi sebuah pupuk 1 organik cair 1 (Sunarsih, 2018). Salah satu alternatif yang dapat diambil yaitu batang pisang dapat diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC) menggunakan bantuan dekomposer atau Micro Organisme Local (MOL) sebagai pengurai bahan organik padat menjadi cair (Aisyah, 2016; Siagian, 2019). Pada proses ini yang dimanfaatkan adalah bagian dalam batang pohon pisang atau bonggol pisang. Maka dari itu melalui kegiatan 1 PHP2D (Program 1 Holistik Pembinaan 1 dan Pemberdayaan 1 Desa) Himpunan Mahasiswa 1 Fisika Universitas Nahdlatul Ulama UNU Blitar 1 bersama dosen pembimbing melaksanakan pelatihan membuat POC dengan menggunakan dan memanfaatkan limbah pohon 1 pisang bagian bonggol. ARTICLE INFO ABSTRACT Keywords: Liquid Organic Fertilizer Banana Hump Training PHP2D Purworejo Purworejo Village1is one of the1villages in Sanankulon1District, Blitar Regency, East Java1Province. Purworejo Village1has natural wealth in the form of banana plantations managed by the Wijaya Kusuma Community Group. This banana plantation produces organic agricultural waste in the form of banana stems. Banana stems that accumulate and are not processed for too long will cause an unpleasant odor, and have not been utilized because of the lack of residents related to processing banana tree stump as Liquid Organic Fertilizer. One alternative that can be taken is that banana stems can be processed into Liquid Organic Fertilizer using the help of a decomposer or Local Micro Organisms as a decomposer of solid organic matter into liquid. From this alternative, it is hoped that banana stem waste can be minimized properly. In addition, it can also create new jobs for the people of Purworejo Village, thus helping to increase the income of the people in Purworejo Village. In this PHP2D activity, the community was given hands-on training and practice. There are several activities that include the presentation of materials, and the practice of making Liquid Organic Fertilizer by the PHP2D Himafis UNU Blitar Team to the people of Purworejo Village.