PROS SEM NAS MASY BIODIV INDON Volume 5, Nomor 1, Maret 2019 ISSN: 2407-8050 Halaman: 101-106 DOI: 10.13057/psnmbi/m050119 Keragaan galur-galur kedelai (Glycine max) generasi F2 hasil persilangan di lahan salin Performance of F2 generation lines of soybean (Glycine max) in saline soil PRATANTI HAKSIWI PUTRI , GATUT WAHYU ANGGORO SUSANTO Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi). Jl. Raya Kendalpayak km. 8, Kabupaten Malang 65101, Jawa Timur. Tel.: +62-341-801468. email: muflihatunnisa.putri86@gmail.com. Manuskrip diterima: 18 Oktober 2018. Revisi disetujui: 3 November 2018. Abstrak. Putri PH, Susanto GWA. 2019. Keragaan galur-galur kedelai (Glycine max) generasi F2 hasil persilangan di lahan salin. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 5: 101-106. Penelitian mengenai respon tanaman kedelai terhadap salinitas telah banyak dilakukan di Indonesia. Namun, belum diperoleh varietas yang toleran terhadap salinitas secara konsisten di seluruh fase pertumbuhan. Perakitan varietas unggul kedelai toleran lahan salin dapat ditempuh melalui persilangan, dilanjutkan dengan seleksi di lahan salin. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keragaan galur-galur kedelai hasil persilangan generasi F2 di lahan salin dan seleksi berdasarkan jumlah polong isi. Penelitian dilaksanakan di Desa Sidomukti, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, pada bulan Juli-Oktober 2017. Bahan penelitian adalah genotipe kedelai generasi F2 sejumlah 469 galur dan tujuh genotipe pembanding (Karat 13, Grayak 5, MLGG 0160, Anjasmoro, Argomulyo, Dering, Wilis). Rancangan yang digunakan adalah augmented design. Genotipe pembanding diulang tiga kali di setiap blok dan ditanam di antara barisan galur. Pengamatan meliputi DHL tanah (sebelum tanam, 15, 26, 37 dan 53 HST); populasi tanaman (15 HST dan 37 HST); dan umur bunga. Pengamatan terhadap tanaman terpilih (jumlah polong isi ≥15 polong), terdiri atas tinggi tanaman, jumlah cabang, buku subur, polong isi, polong hampa, dan bobot biji per tanaman. Hasil pengamatan menunjukkan seluruh galur berumur genjah dengan rata-rata tinggi tanaman 19,9 cm, jumlah cabang 1, jumlah buku subur 5, jumlah polong isi 13, jumlah polong hampa 3, dan bobot biji/tanaman 2,2 g. Seleksi berdasarkan jumlah polong isi ≥15 mendapatkan 265 tanaman tersel eksi dari populasi F2 kandidat kedelai toleran lahan salin. Kombinasi persilangan yang menghasilkan galur terseleksi melibatkan tetua MLGG 0160, Anjasmoro, Dering, Karat 13, dan Argomulyo. Kata kunci: Cekaman salinitas, kedelai, lahan salin Abstract. Putri PH, Susanto GWA. 2019. Perform of soybean (Glycine max) F2 Generation lines in saline soil. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 5: 101-106. Research on the response of soybean to salinity has been widely practiced in Indonesia. However, there is no varieties that is salinity-tolerant throughout the growth phase, have been found. Assembling of salt tolerant soybean varieties can be aimed through crosses, followed by selection on saline soil. The purpose of this research is to know the performance of F2 generation of soybean lines in saline soil and selection based on number of filled pod. The study was conducted in Desa Sidomukti, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, on July-October 2017. The materials were 469 lines of soybean (F2 generation) and seven check (Karat 13, Grayak 5, MLGG 0160, Anjasmoro, Argomulyo, Dering, Wilis). The design used was augmented design. Check genotypes was repeated three times in each block and sowed between lines. Observations included soil DHL (before sowing, 15, 26, 37 and 53 DAS); plant population (15 and 37 DAS); flowering age. Observation of selected plants (number of filled pods ≥15 pods), consist of plant height, number of branches, fertile node, filled pod, empty pod, and seed weight per plant. All of the lines were early maturity with plant height: 19,9 cm, number of branches: 1, number of fertile node: 5, number of filled pod: 13, number of empty pod: 3, and the seed weight is 2,2 g per plant. Based on number of filled pod ( ≥15), there were 265 selected plants from F2 population of saline tolerant soybean candidate. The cross combination that produced selected lines are using MLGG 0160, Anjasmoro, Dering, Karat 13, and Argomulyo as parental. Keywords: Saline soil, salinity stress, soybean PENDAHULUAN Pemanfaatan lahan potensial lain menjadi salah satu fokus riset bidang pertanian dalam Rencana Induk Riset Nasional 2015-2045 (Kemenristekdikti 2016). Lahan potensial lain diharapkan dapat menjadi cadangan lahan untuk meningkatkan produktivitas nasional pertanian. Lahan yang dikategorikan potensial lain adalah lahan kering masam, lahan tadah hujan dan lahan rawa (Rachman et al. 2007). Lahan potensial maupun lahan potensial lain berpotensi memiliki cekaman salinitas akibat pemupukan dan irigasi yang kurang tepat. Salinitas juga dapat terjadi di lahan kering iklim kering dan lahan rawa pasang surut yang berada di dekat pantai. Pemanfaatan lahan salin membutuhkan strategi khusus mengingat cekaman yang cukup beragam. Efek negatif