30 Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Journal of Information Systems for Public Health, Vol. 3, No. 1, April 2018 Penggunaan Sistem Informasi Geografis (GIS) Untuk Pemetaan Kerentanan Wilayah Berdasarkan Faktor Risiko Kejadian Diare Pada Balita Tria Saras Pertiwi 1 , Prima Widayani 2 1 Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada. 2 Program Studi Kartografi dan penginderaan Jauh, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada. 1 chiatria@hotmail.com, 2 primawidayani@ugm.ac.id ABSTRACT Latar Belakang: Diare adalah penyakit yang sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan dunia terutama di negara berkembang dan jika penanganannya tidak tepat dapat berujung pada kematian. Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat dimanfaatkan untuk membuat peta kesehatan dan mendapatkan informasi data epidemiologi. Informasi ini ketika dipetakan akan menjadi alat yang berguna untuk memetakan karakteristik penyakit diare. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan penggunaan sistem informasi geografis untuk pemetaan kerentanan wilayah berdasarkan faktor risiko kejadian diare pada balita di Kota Kendari. Metode Penelitian: Jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional, menggunakan perangkat SIG untuk mengetahui distribusi spasial penderita diare dan kerentanan wilayah berdasarkan faktor risiko diare balita di Kota Kendari. Hasil: Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor risiko diare balita adalah sumber air minum (p=0,009), kondisi jamban (p=0,007), dan saluran pembuangan air limbah atau SPAL (p=0,048). Hasil analisis spasial kerentanan wilayah menggunakan SIG yaitu kelurahan Puuwatu dengan jumlah kasus tertinggi sebanyak 7,8% serta mayoritas keluarga responden yang memiliki sumber air minum, jamban dan SPAL yang tidak memenuhi syarat terdapat pada kelurahan puuwatu. Kesimpulan: Penggunaan sistem informasi geografis dapat diimplementasikan untuk pemetaan kerentanan wilayah berdasarkan faktor risiko kejadian diare pada balita di Kota Kendari dimana kelurahan puuwatu merupakan wilayah yang sangat rentan dengan faktor risiko paling dominan yaitu sumber air minum, jamban, dan SPAL. Kata Kunci: Sistem Informasi Geografis (SIG), Diare, Balita, Kerentanan ABSTRACT Background: Diarrheal is a disease that until now is still a world health problem especially in developing countries and if handling is not right can lead to death. Geographic Information Systems (GIS) can be used to create health maps and obtain epidemiological data. This information when mapped will be a useful tool for mapping out diarrheal disease characteristics. Objective: This study aims to implement the use of geographic information system for mapping of regional vulnerability based on risk factors of diarrhea in children under five years. Methods: Type of observational analytic study with cross sectional design, using GIS tool to determine spatial distribution of diarrhea and region vulnerability based on risk factors of diarrhea in children underfive in Kendari City. Results: The multivariate analysis showed that the risk factors for underfive diarrhea were drinking water source (p=0,009), latrine condition (p=0,007), and sewerage channels (p=0,048). The result of spatial analysis of regional vulnerability using GIS is the village of Puuwatu with the highest number of cases as much as 7.8% and the majority of respondent families who have drinking water sources, latrines and sewerage channels are not eligible in the village puuwatu. Conclusion: The use of geographic information system can be implemented for vulnerability mapping based on risk factors of diarrhea occurrence in toddlers in Kendari city where puuwatu village is the most vulnerable area with the most dominant risk factor ie drinking water source, latrine and sewerage channels. Keywords: Geographic Information System (GIS), Diarrhea, Children under five years, Vulnerability Journal of Information Systems for Public Health Volume III No. 1 April 2018 Halaman 30-39