Jurnal IPI (Ikatan Pustakawan Indonesia) Vol. 8 No. 1 (2023): 25-34 25 Pemetaan Pengetahuan Pustakawan Terhadap Layanan Pendukung Riset Faizhal Arif Santosa 1 ; Savira Arumdini 2 ; Noorika Retno Widuri 2 1 Direktorat Politeknik Teknologi Nukir Indonesia - BRIN 2 Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - BRIN Disubmit: 12 Agustus 2022 | Direview: 31 Januari 2023 | Diterima: 24 Februari 2023 ABSTRACT In the environment of special libraries, the library service ecosystem is developing very rapidly as one of the research supports. The competence of the librarian also follows the development of the ecosystem needed. After the merging of National Research and Innovation Agency (BRIN), a review of the knowledge and skills possessed by librarians within the BRIN is needed to support functions and tasks. This study aims to map the librarian's knowledge ability to research support services, especially in information discovery and bibliometric services using the x-means algorithm. Using questionnaire data that was distributed to 85 BRIN librarians and library staff. The questionnaire is divided into two (2) parts, namely information discovery services and bibliometric services. The statement uses a numerical scale of 0 to 10, where 0 means incapable or not understand a concept and 10 has the meaning of being very capable of understanding a proposed concept. The x-means and k-means algorithms are used to classify librarians based on their abilities in each service using a Euclidean distance numerical measure. The results showed that the use of the x-means method for mapping the knowledge of librarians at BRIN was able to work better than k-means in the cluster range tested, both for information discovery services and bibliometric services. In total, five clusters became the most optimal cluster model in this study. In general, most BRIN librarians have the ability to provide research support services. ABSTRAK Pada lingkungan perpustakaan khusus, ekosistem layanan perpustakaan berkembang sangat pesat sebagai salah satu pendukung kegiatan riset. Kompetensi pustakawan yang bertugas pun turut mengikuti perkembangan ekosistem yang dibutuhkan. Pasca peleburan pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), diperlukan pengkajian ulang terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki pustakawan di lingkungan BRIN untuk mendukung fungsi dan tugas secara menyeluruh. Studi ini bertujuan untuk memetakan kemampuan pengetahuan pustakawan terhadap layanan pendukung penelitian khususnya pada layanan penelusuran dan layanan bibliometrik dengan menggunakan algoritma x-means. Menggunakan data kuesioner yang dibagikan kepada 85 orang pustakawan dan tenaga perpustakaan BRIN. Kuesioner dibagi menjadi dua (2) bagian yaitu layanan penelusuran informasi dan layanan bibliometrik. Pernyataan menggunakan skala numerik 0 hingga 10, dimana 0 memiliki arti tidak mampu/memahami sebuah konsep dan 10 memiliki arti sangat mampu memahami sebuah konsep yang diajukan. Algoritma x-means dan k-means digunakan untuk mengklasterkan pustakawan berdasarkan kemampuannya pada setiap layanan menggunakan numerical measure yaitu Euclidean distance. Hasil studi menunjukan bahwa penggunaan metode x-means untuk pemetaan pengetahuan pustakawan di BRIN mampu bekerja lebih baik dibandingkan k-means pada rentang klaster yang diujikan, baik untuk layanan penelusuran informasi maupun layanan bibliometrik. Klaster berjumlah lima (5) menjadi model klaster paling optimal dalam penelitian ini. Secara umum, sebagian besar pustakawan BRIN memiliki kemampuan untuk memberikan layanan pendukung riset. Keywords: Special librarian, Core competencies, x-means, clustering PENDAHULUAN Ekosistem layanan perpustakaan berkembang sangat pesat, khususnya pada lingkungan layanan perpustakaan akademik dan perpustakaan khusus. Mengikuti perkembangan ekosistem riset, layanan perpustakaan juga telah berkembang secara signifikan sebagai akibat dari perkembangan teknologi, otomatisasi operasi, diversifikasi media, berkurangnya daya beli, dan berkembangnya komunikasi ilmiah (Ball & Tunger, 2006). Perpustakaan riset sejak lama telah mendukung kebutuhan informasi dari para periset melalui layanan tradisional perpustakaan yang telah ada, meliputi layanan penemuan informasi, pengembangan koleksi dan beberapa elemen dari manajemen informasi (Auckland, 2012), namun pergeseran dari materi cetak ke elektronik telah membuat perpustakaan mengubah strategi pola