Buletin Veteriner Udayana Volume 15 No. 4: 609-619 pISSN: 2085-2495; eISSN: 2477-2712 Agustus 2023 Online pada: http://ojs.unud.ac.id/index.php/buletinvet DOI: 10.24843/bulvet.2023.v15.i04.p13 Terakreditasi Nasional Sinta 4, berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi No. 158/E/KPT/2021 609 Laporan Kasus: Penanganan Limfosarkoma Inguinalis pada Anjing Minipom Jantan (CASE REPORT: TREATMENT OF INGUINALIS LYMPHOSARCOMA IN MALE MINIPOM DOGS) Ni Putu Gita Kristyari 1 *, I Gusti Agung Gde Putra Pemayun 2 , I Wayan Wirata 2 1 Praktisi di Batubulan, Sukawati, Gianyar, Bali, Indonesia, 80582; 2 Laboratorium Ilmu Bedah Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Sanglah, Denpasar, Bali, Indonesia 80234. *Email: gitakristyari@gmail.com Abstrak Limfosarkoma adalah tumor ganas yang terjadi pada sistem limfatik, penyebab limfosarkoma belum sepenuhnya diketahui, namun ada beberapa faktor resiko yang dapat memicu terjadinya limfosarkoma seperti usia, perubahan genetik, infeksi, radiasi bahan kimia, dan penyakit imunodefiensi tertentu. Laporan kasus ini bertujuan untuk mengetahui cara mendiagnosa dan penanganan kasus limfosarkoma inguinalis pada anjing. Seekor anjing ras minipom jantan berumur 2 tahun dengan bobot 5,6 kg diperiksa dengan keluhan adanya benjolan didaerah inguinalis bagian dextra penis sejak 3 minggu. Berdasarkan anamnesa, hasil pemeriksaan fisik, tanda klinis yang diamati dan pemeriksaan penunjang histopatologi maka anjing tersebut didiagnosa mengalami limfosarkoma. Hewan kemudian ditangani dengan pembedahan untuk mengangkat tumor. Premedikasi diberikan atrofin sulfat 0.03 mg/kg BB secara subkutan, dan dilanjutkan dengan pemberian anastesi kombinasi xylazine 2 mg/kg BB dan ketamine 12 mg/kg BB secara intravena. Operasi pengangkatan tumor dilakukan dengan cara eksisi pada massa tumor dengan memisahkan jaringan sekitarnya. Pascaoperasi anjing diberikan antibiotik injeksi cefotaxime 20 mg/kg BB secara intravena selama 3 hari, dilanjutkan dengan pemberian cefixime secara per oral 5 mg/kg BB selama 5 hari. Pemberian antiradang tolfedine dengan dosis 4 mg/kg BB secara intramuskuler selama 3 hari. Pada luka operasi hari pertama sampai hari ketujuh diberikan serbuk enbatik dan hari selanjutnya diberikan salep gentamicin sulfat. Setelah operasi hewan diobservasi untuk mengetahui kesembuhan luka pascaoperasi, pada hari ke 12 luka sudah mengering dan menyatu, serta tiga jahitan telah lepas sendirinya. Penanganan kasus limfosarkoma dilakukan dengan tindakan pengangkatan massa tumor. Kesembuhan luka operasi teramati pada hari ke-12. Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal dipertimbangkan untuk melakukan kemoterapi dan atau radioterapi untuk menghancurkan sel sel yang telah bermetastase pada jaringan. Kata kunci: Anjing minipom; eksisi tumor; inguinalis; lymphosarcoma Abstract Lymphosarcoma is a malignant tumor that occurs in the lymphosarcoma system, the cause of lymphosarcoma is not fully known, but there are several risk factors that can trigger the occurrence of lymphosarcoma such as age, genetic changes, infections, chemical radiation, and certain immunodeficiency diseases. This case report aims to find out how to diagnose and treat cases of inguinal lymphosarcoma in dogs. A 2 year old male minipom dog with a weight of 5.6 kg was examined with complaints of a lump in the inguinal area on the dextra penis since 3 weeks. Based on the anamnesis, results of physical examination, observed clinical signs and histopathological investigations, the dog was diagnosed with lymphosarcoma. Animals are then treated with rehabilitation to remove the tumor. Premedication was given subcutaneous atropine sulfate 0.03 mg/kg BB, followed by administration of a combination of xylazine 2 mg/kg BB and ketamine 12 mg/kg BB intravenous. Surgical removal of the tumor is carried out by excision of the tumor mass by separating the nearby tissue. Postoperatively the dog was given cefotaxime injection of 20 mg/kg BB intravenous for 3 days, followed by oral administration of cefixime 5 mg/kg BB for 5 days. Giving anti-inflammatory tolfedine at a dose of 4