Jurnal Pendidikan dan Aplikasi Industri (UNISTEK) Vol. 8 No.2 Agustus 2021, PP. 139-148 p- ISSN : 0126 – 4036 e- ISSN : 2716 - 0416 http://ejournal.unis.ac.id/index.php/UNISTEK Jurnal Pendidikan dan Aplikasi Industri, Volume 8, Nomor 2 2021 | 139 Perencanaan dan Pengendalian Produksi Dalam Sistem Logistik (Pendekatan Berbasis Praktikum Laboratorium) Nanda Ruswandi 1 , Rohma Herlina 2 , Faras Karningtia Suri 3 , Pramesti Adwinda Dianisa 4 , Evelyn Sandi 5 , Iwan Sukarno 6 , Rahmad Inca Liperda 7 , dan Mirna Lusiani 8 1,2,3,4,5,6,7,8 Laboratorium Sistem Distribusi Logistik, Teknik Logistik, Universitas Pertamina nandaruswandi.industri@gmail.com Abstrak. Perencanaan dan Pengendalian Produksi memiliki peran penting dengan aktivitas logistik. Perencanaan dan Pengendalian Produksi yang tepat dapat memberikan gambaran lengkap bagaimana melakukan Perencanaan (planning) dan Pengendalian (control) terhadap Produksi setiap perusahaan, tak terkecuali pada Perusahaan “Tamiya”. Tujuan utama Perencanaan dan Pengendalian Produksi adalah segala biaya yang bersosiasi dengan produksi dapat diminimasi. Production planning, Rough Cut Capacity Planning (RCCP), Material Requirement Planning (MRP), Capacity Requirement Planning (CRP), dan Line Balancing merupakan beberapa tahapan yang perlu dilalui dalam melakukan Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Permintaan konsumen terhadap produk Tamiya selama 36 periode sebelumnya, struktur produk, dan seluruh sumber daya perusahaan menjadi input dalam menganalisis Perencanaan dan Pengendalian Produksi Tamiya. Hasil yang diperoleh adalah peramalan permintaan untuk 12 periode ke depan, kecukupan sumber daya dalam memenuhi kebutuhan produksi, kebijakan pemesanan komponen Bought Out (BO) Tamiya yaitu Period Order Quantity (POQ), Part Period Balancing (PPB), Least Unit Cost (LUC), atau Least Total Cost (LTC), kebijakan pemesanan raw material yaitu dengan Period Order Quantity (POQ), Part Period Balancing (PPB), dan peningkataan efisiensi lintasan produksi sebanyak 30% melalui pengurangan 2 stasiun kerja. Kata kunci: Tamiya, Production Planning, Line Balancing, Material Requirement Planning (MRP), Ranked Position Weight, Rough Cut Capacity Planning (RCCP). Abstract. Production Planning and Control has an important role in logistics activities. Proper Production Planning and Control can provide a big picture of how to plan and control the production of each company, including the "Tamiya" Company. The main goal of Production Planning and Control is all costs associated with production can be minimized. Production planning, Rough Cut Capacity Planning (RCCP), Material Requirement Planning (MRP), Capacity Requirement Planning (CRP), and Line Balancing are several stages that need to be carried out. Consumer demand for Tamiya products during the previous 36 periods, product structure, and company resources are input in analyze Tamiya's Production Planning and Control. The results are demand forecasting for the next 12 periods, resource capacity to meet production needs, Tamiya's Bought Out (BO) component ordering policy, i.e. Period Order Quantity (POQ), Part Period Balancing (PPB), Least Unit Cost (LUC), or Least Total Cost (LTC), raw material ordering policy, i.e. Period Order Quantity (POQ), Part Period Balancing (PPB), and increasing production line efficiency by 30% by reducing 2 work stations. Keywords: Tamiya, Capacity Requirement Planning (CRP), Production Planning, Line Balancing, Material Requirement Planning (MRP), Ranked Position Weight, Rough Cut Capacity Planning (RCCP). I. Pendahuluan Perencanaan (planning) dan Pengendalian (control) terhadap Produksi dalam industri menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan. Perencanaan dan pengendalian produksi dapat diartikan sebagai proses untuk memproduksi barang-barang pada suatu periode tertentu sesuai dengan yang diramalkan atau dijadwalkan melalui pengorganisasian sumber daya sebagai kegiatan pendahuluan atas proses produksi (Magrib 2014). Salah satu tujuan yang ingin dicapai dalam Perencanaan dan Pengendalian Produksi adalah dapat memenuhi permintaan konsumen dan minimasi biaya (Sawlani dan Tannady 2016). Di sisi lain, kegiatan logistik tidak dapat dipisahkan dari konsep perencanan dan pengendalian produksi (Utami dan Sitorus 2015). Oleh karena itu, untuk memahami konsep dasar dari perencanaan dan