16 Analisis Asupan Karbohidrat dan Lemak pada Dewasa Muda dengan Obesitas Sentral di Fakultas Kedokteran Universitas Riau Nurhasanah 1* , Imelda Tresia Pardede 1 , Feriyandi Nauli 2 , Istiana Hayati 3 , Fikri Roja Nasution 3 , Angga Rizki Hermawan 3 ABSTRACT Central obesity is a state of the body characterized by the accumulation of excess fat in the abdominal area and is a component of the metabolic syndrome and plays an important role in the pathogenesis of cardiovascular disease and cancer. The main causes of central obesity are the wrong diet such as a diet high in fat and carbohydrates and low in fber. The purpose of this study was to analyze carbohydrate and fat intake in young adults with central obesity. This research was an analytical study with a cross-sectional approach. The Sampling techniques used the purposive sampling method with a sample of 66 people consisting of 33 central obese people and 33 central non-obese people. The results of this study showed that the average consumption of carbohydrates in a day on central obesity is higher (341,74 g/ day) than the consumption of carbohydrates in non-central obesity (263,26 g/day) and the average consumption of fat in a day on central obesity is higher (167.2 g/day) than the consumption of fats of non-central obesity (100,3 g/day). There was a signifcant difference in carbohydrate intake and fat intake between the group of young adults with central obesity and non-central obesity (p=0.000). Keywords: Central obesity, carbohydrate intake, fat intake, young adult * Penulis korespondensi: nurhasanah.spgk@lecturer.unri.ac.id 1 KJFD Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Riau, Pekanbaru, Riau, Indonesia 2 Program Magister Ilmu Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia 3 Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Riau, Indonesia Obesitas sentral telah menyebabkan angka kesakitan sebanyak 35% dan angka kematian sebanyak 15-20% sehingga hal ini menjadikan obesitas sentral sebagai epidemi secara global, yang sebelumnya hanya dikaitkan dengan negara berpenghasilan tinggi, tetapi kini mulai lazim di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Terjadinya peningkatan jumlah penduduk yang mengalami obesitas sentral, diperkirakan hal ini akan menjadi penyebab fatal kematian global pada abad ke-21. 1 Obesitas sentral merupakan keadaan tubuh yang ditandai dengan adanya akumulasi lemak dengan jumlah yang berlebih di daerah abdominal. Menurut World Health Organization (WHO), obesitas sentral merupakan jenis obesitas yang ditandai dengan lingkar perut (LP) >90 cm pada laki-laki dan >80 cm pada perempuan. Penderita obesitas sentral memiliki rasio lingkar pinggang- pinggul (RLPP) >0,90 pada laki-laki dan >0,85 pada perempuan. 2-4 Prevalensi obesitas sentral pada dewasa muda di seluruh dunia meningkat dari tahun ke tahun. Negara maju seperti Amerika Serikat, prevalensi obesitas sentral di kalangan dewasa muda meningkat dua kali lipat dibanding usia yang lebih tua terhitung dari tahun 1985–1999 hingga 2010– 2014, peningkatan tersebut terjadi dari 16,3% mencapai 33,9%. 5 Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, angka prevalensi obesitas sentral pada dewasa muda di Indonesia juga meningkat setiap tahun. Hal ini dapat dilihat pada tahun 2018, angka prevalensi obesitas sentral pada umur >15 tahun berdasarkan lingkar perut sebanyak 31,0%, yaitu pada umur 15-24 tahun (12,6%) dan 25-34 tahun (29,6%), hal ini meningkat dari tahun sebelumnya yaitu tahun 2013 yang mencapai 26,6%. 6 Jurnal Ilmu Kedokteran (Journal of Medical Science), Jilid 16, Nomor 1, Maret 2022, Hal. 16-21 https://doi.org/10.26891/JIK.v16i1.2022.16-21 “©The author(s) 2022. This article is licensed under: Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.”