JURNAL TEKNIK ITS Vol. 10, No. 1, (2021) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) E13 Abstrak—Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi. Menurut data Statistik Transportasi Darat, Provinsi Jawa Timur menyumbang angka kecelakaan lalu lintas paling tinggi di Indonesia pada tahun 2018. Surabaya yang merupakan ibu kota dari Provinsi Jawa Timur memiliki angka kecelakaan lalu lintas yang selalu meningkat dari tahun 2014-2017. Berdasarkan penelitian terdahulu, angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor lebih tinggi dibanding moda transportasi lainnya. Faktor penyebab kecelakaan lalu lintas di Surabaya dari perspektif tata ruang belum banyak dibahas sebelumnya. Studi untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas di Surabaya perlu dilakukan, salah satu caranya yaitu dengan pemodelan spasial kecelakaan lalu lintas dengan bantuan perhitungan statistik dan Sistem Informasi Geografis (GIS). Data kecelakaan lalu lintas dihimpun dari Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Timur (Ditlantas Polda Jatim), kemudian dilakukan identifikasi karakteristik kecelakaan lalu lintas Surabaya. Setelah itu dilakukan pemodelan spasial menggunakan analisis hot spot untuk memetakan daerah rawan kecelakaan di Surabaya dan Count Incident by Line of Communication untuk memetakan frekuensi kecelakaan di setiap ruas jalan. Berikutnya, dilakukan analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kecelakaan, menggunakan chi-kuadrat, koefisien kontingensi, dan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa faktor penggunaan lahan, tipe jalan, jumlah arah, jumlah lajur, dan keberadaan median memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecelakaan lalu lintas di Surabaya. Informasi ini berguna bagi pembuat kebijakan di bidang tata ruang dan transportasi untuk merumuskan strategi yang dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas Surabaya. Kata Kunci—Kecelakaan Lalu Lintas, Pemodelan Spasial, Sistem Informasi Geografis, Surabaya, Transportasi. I. PENDAHULUAN ECELAKAAN lalu lintas merupakan kejadian yang dapat terjadi di seluruh dunia dan seringkali membawa kerugian material maupun sosial, bahkan dapat merenggut jiwa seseorang. Menurut data yang dipaparkan oleh WHO (World Health Organization) pada tahun 2018, setiap 24 detik, seseorang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas [1]. Menurut Statistik Transportasi Darat, Provinsi Jawa Timur menyumbang angka paling besar untuk kejadian kecelakaan lalu lintas di Indonesia pada tahun 2018 [2]. Surabaya, yang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Timur sekaligus memiliki angka kejadian kecelakaan yang selalu meningkat setiap tahunnya dari tahun 2014-2017 [3]. Menurut studi tentang kecelakaan lalu lintas Surabaya yang telah dilakukan sebelumnya, angka kejadian kecelakaan sepeda motor lebih tinggi dibanding moda transportasi lainnya [4]. Angka kecelakaan lalu lintas, terutama sepeda motor, di Kota Surabaya ini merupakan suatu permasalahan nyata yang seharusnya dapat dikurangi Dalam menyelesaikan permasalahan kecelakaan lalu lintas, dibutuhkan studi terkait kecelakaan lalu lintas, yaitu salah satunya dengan melakukan pemodelan spasial kecelakaan lalu lintas. Pemodelan spasial melalui sistem informasi geografis (GIS) memungkinkan kita untuk melakukan analisis spasial dengan lokasi yang tepat dan melakukan visualisasi terhadap karakteristik spasial pada suatu wilayah [5]. Visualisasi oleh GIS dapat memberi wawasan mengenai lokasi dengan tingkat kecelakaan yang lebih tinggi, juga dapat memberi pengetahuan mengenai hubungan antara variabel kecelakaan dengan variabel keruangan [6]. Studi mengenai faktor-faktor penyebab kecelakaan lalu lintas telah banyak dilakukan, seperti faktor demografis, waktu, kondisi lingkungan, perilaku manusia, kendaraan, dan lain-lain [7]–[10]. Namun, studi mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan tata ruang seperti pola ruang dan struktur ruang, belum banyak dilakukan, terutama di Indonesia Pemodelan pola spasial kecelakaan lalu lintas yang terkait dengan tata ruang, misalnya penggunaan lahan, sangat penting untuk dilakukan karena transportasi memiliki keterkaitan yang erat dengan tata ruang. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk membuat pemodelan pola spasial kecelakaan sepeda motor di Surabaya dan mencari faktor-faktor berdasarkan perspektif tata ruang yang memiliki pengaruh terhadap terjadinya kecelakaan sepeda motor di Surabaya, dalam upaya menurunkan kecelakaan lalu lintas di Surabaya dengan sasaran seperti berikut ini. a. Mengidentifikasi karakteristik kecelakaan lalu lintas di Surabaya. b. Melakukan pemodelan pola spasial kecelakaan sepeda motor di Surabaya. c. Menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya kecelakaan sepeda motor Surabaya, berdasarkan perspektif tata ruang II. METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan positivistik atau scientific method. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dimana dilakukan analisis terhadap hubungan antar variabel untuk menguji suatu teori dengan mengemukakan hipotesis tertentu. Pengambilan data diambil melalui survei sekunder yaitu survei instansi dan survei satelit. Pada survei instansi, dilakukan pengambilan data titik-titik koordinat kecelakaan lalu lintas di Surabaya bulan Juli-September 2020 pada Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Timur Analisis Faktor Kecelakaan Lalu Lintas Surabaya Berdasarkan Perspektif Tata Ruang Melalui Pemodelan Spasial Yulia Yarsi Nur Adlina dan Siti Nurlaela Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) e-mail: sitinurlae10@gmail.com K brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS...