https://ejurnal.unisan.ac.id/index.php/arview/index ARview Jurnal Ilmiah Volume 1 Nomor 1, Desember 2022 Hal 27 - 39 https://ejurnal.unisan.ac.id/index.php/arview/index 27 ANALISIS EFISIENSI TEKNIS PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG ANALYSIS OF TECHNICAL EFFICIENCY CORN PRODUCTION AND FARMING INCOME Adhi Chandra 1 , Zainal Abidin 2 , Ulfira Ashari 3 * adhi.chandra1999@gmail.com 1 , zainalabidin.unisan@gmail.com 2 , ulfira1989@gmail.com 3 1,2,3 Fakultas Pertanian, Universitas Ichsan Gorontalo Koresponden: Email: adhi.chandra1999@gmail.com No Telp/Hp: 082323252521 Jejak pengiriman: Diterima: 1-2-2023 Revisi Akhir 3-2-2023 Disetujui: 4-2-2023 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menganalisis penggunaan faktor- faktor produksi, (2) menganalisis tingkat efisiensi dan inefisiensi teknis, dan (3) menganalisis besarnya pendapatan usahatani jagung di Desa Puncak Kecamatan Pulubala. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling terhadap 100 petani jagung. Metode analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi jagung, tingkat efisiensi teknis dan inefisiensi teknis menggunakan model fungsi produksi stochastic frontier dengan metode Maximum Likelihood Estimation (MLE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi produksi jagung di Desa Puncak Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo adalah variabel tenaga kerja, benih, dan pestisida. Usahatani jagung di Desa Puncak Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo sudah efisien secara teknis, dengan rata-rata nilai efisiensi teknis sebesar 0,98%. Hal ini mengindikasikan bahwa petani jagung di Desa Puncak Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo sudah secara optimal dalam mengalokasikan penggunaan input pada tingkat biaya yang minimum. Faktor sosial ekonomi yang berpengaruh terhadap inefisiensi teknis adalah umur petani, ukuran rumah tangga, dan kelompok tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan rata-rata petani responden sebesar Rp 38.486.710,-. Dengan biaya usahatani rata-rata sebesar Rp 20.637.055,-. Rata-rata pendapatan yang diperoleh petani Rp 17.849.655,-, sedangkan rata-rata pendapatan perhektarnya sebesar R P 7.846.002,-. Kata kunci: Produksi;Efisiensi_Teknis;Jagung;Stochastic_Frontier