Jurnal Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Volume 10 Nomor 3, Desember 2022 25 ©2022https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPS PERISTIWA PEREBUTAN PANGKALAN UDARA GORDA DI CIKANDE TAHUN 1945 Okti Wahyu Saputri 1 *, Tubagus Umar Syarif Hadi Wibowo 1 , Rikza Fauzan 1 1 Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa E-mail: wahyusaputriokti@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peristiwa perebutan Pangkalan Udara Gorda di Cikande tahun 1945. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode sejarah, meliputi heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Collective Action (tindakan kolektif) yang dikemukakan Charles Tilly. Hasil penelitian menunjukan menunjukkan menanggapi berita Kemerdekaan Indonesia yang sampai di Banten selanjutnya pejuang Banten melakukan perebutan kekuasaan serta pengusiran tentara-tentara Jepang dari Banten. Salah satu peristiwa perebutan terjadi di Pangkalan Udara Gorda. Peristiwa perebutan Pangkalan Udara Gorda dapat berakhir dengan baik berkat adanya tindakan yang dilakukan secara terkolektif dan terstruktur dari Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan Polisi Istimewa. Pangkalan Udara Gorda difungsikan sebagai pangkalan rahasia, pangkalan ini memiliki peran penting dalam hal pertahanan udara Jepang di Banten. Dampak dari peristiwa perebutan Pangkalan Udara Gorda menambah persenjataan BKR yang didapat dari Pangkalan Udara Gorda dan digunakan untuk mengusir Jepang dari Banten. Ketika Pangkalan Udara Gorda telah diambil alih selanjutnya digunakan untuk latihan terbang pejuang udara Indonesia pada awal kemerdekaan. Peristiwa perebutan Pangkalan Udara Gorda merupakan peristiwa yang singkat, namun memberikan dampak yang berarti pada perjuangan merebut dan mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan di Banten. Kata kunci: BKR, Pangkalan Udara Gorda, Perebutan, Polisi Istimewa. Abstract This study aims to describe the seizure of the Gorda Air Base in Cikande in 1945. The method used in this study is the historical method, including heuristics (source collection), source criticism, interpretation and historiography. The theory used in this research is the theory of Collective Action proposed by Charles Tilly. The results showed that in response to the news of Independence Indonesia that arrived in Banten, the Banten fighters carried out a power struggle and expelled Japanese soldiers from Banten. One of the seizure events occurred at Gorda Air Base. The seizure of Gorda Air Base ended well thanks to the collective and structured actions of the People's Security Agency (BKR) and the Special Police. Gorda Air Base functioned as a secret base, this base had an important role in Japanese air defense in Banten. The impact of the seizure of the Gorda Air Base added to the BKR obtained from the Gorda Air Base and was used to expel the Japanese from Banten. When the Gorda Air Base was taken over, it was used for flight training for Indonesian air fighters at the beginning of independence. The seizure of the Gorda Air Base was a brief event, but it had a significant impact on the struggle to seize and defend the Proclamation of Independence in Banten. Keywords: BKR, Gorda Air Base, Scramble, Special Police.