http://Jiip.stkipyapisdompu.ac.id JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) (eISSN: 2614-8854) Volume 6, Nomor 4, April 2023 (2845-2859) 2845 Konsep Pendidikan Keadilan Gender di Dalam Sistem Pendidikan Indonesia (Studi Komparasi Pemikiran M. Quraish Shihab dan KH. Husein Muhammad) Sangputri Sidik 1 , Funco Tanipu 2 , Nuryati Solapari 3 , Mohammad Syahru Assabana 4 , Rahmania Rahman 5 1,5 Universitas Negeri Manado, 2 Universitas Negeri Gorontalo, 3 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, 4 IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia E-mail: putrisidik@unima.ac.id, funco@ung.ac.id, nuryatisolapari@untirta.ac.id, mohamadsyahru@gmail.com, rahmaniarahman@unima.ac.id Article Info Abstract Article History Received: 2023-02-26 Revised: 2023-03-13 Published: 2023-04-08 Keywords: Education Concept; Justice; Gender. Many people still do not know what gender means. Many see it as simply a sexual or biological difference between men and women. The aims of this research are: 1) to describe M. Quraish Shihab's thoughts on the idea of gender in Islamic education; 2) to describe what is KH. Husaein Muhammad thought about the idea of gender in Islamic education; and 3) to explain how their ideas about gender in Islamic education are the same and different. This article uses a method called "descriptive-comparative elaboration" and the study method from the library. From the studies that have been carried out, the following conclusions can be drawn: 1) M. Quraish Shihab said that physical differences between men and women have nothing to do with the abilities that Allah SWT has given to humans. Allah SWT gave them the same intelligence and thinking ability. 2) KH's mental condition. Husein Muhammad thinks that life is always getting better and bigger. Women are getting smarter and smarter, and more and more of them are smarter than men. This is because society has helped everyone reach their full potential. 3) These two people are known to support equal rights for men and women in Islam and Islamic schools. 4) These two people have the same thoughts about equal rights for men and women. The difference in education and the way of thinking of the two people explains why they have different thoughts about women's equality in Islamic education. Artikel Info Abstrak Sejarah Artikel Diterima: 2023-02-26 Direvisi: 2023-03-13 Dipublikasi: 2023-04-08 Kata kunci: Konsep Pendidikan; Keadilan; Gender. Masyarakat masih banyak yang belum mengetahui apa arti gender. Banyak yang melihatnya hanya sebagai perbedaan seksual atau biologis antara pria dan wanita. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) mendeskripsikan pemikiran M. Quraish Shihab tentang gagasan gender dalam pendidikan Islam; 2) untuk mendeskripsikan apa itu KH. Husaein Muhammad memikirkan gagasan gender dalam pendidikan Islam; dan 3) untuk menjelaskan bagaimana ide mereka tentang gender dalam pendidikan Islam yang sama dan berbeda. Artikel ini menggunakan metode yang disebut "elaborasi deskriptif-komparatif" dan metode studi dari perpustakaan. Dari kajian yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1) M. Quraish Shihab mengatakan bahwa perbedaan jasmani antara laki-laki dan perempuan tidak ada kaitannya dengan kemampuan yang diberikan Allah SWT kepada manusia. Allah SWT memberi mereka kecerdasan dan kemampuan berpikir yang sama. 2) kondisi mental KH. Husein Muhammad berpikir bahwa hidup selalu menjadi lebih baik dan lebih besar. Wanita semakin pintar dan pintar, dan semakin banyak dari mereka yang lebih pintar daripada pria. Ini karena masyarakat telah membantu setiap orang mencapai potensi penuh mereka. 3) Kedua orang ini dikenal mendukung persamaan hak bagi laki-laki dan perempuan dalam Islam dan sekolah Islam. 4) Kedua orang ini memiliki pemikiran yang sama tentang persamaan hak bagi laki-laki dan perempuan. Perbedaan pendidikan dan cara berpikir kedua orang tersebut menjelaskan mengapa mereka memiliki pemikiran yang berbeda tentang kesetaraan perempuan dalam pendidikan Islam. I. PENDAHULUAN Disparitas antara laki-laki dan perempuan terus menghadirkan sejumlah kendala, terutama yang berkaitan dengan tujuan dan karakter peristiwa sosial. Bukan rahasia lagi bahwa pria dan wanita memiliki ciri fisik yang berbeda, namun perbedaan tersebut tidak selalu berujung pada perlakuan yang sama. Perbedaan biologis antara kedua kelompok mengarah pada pengembangan seperangkat gagasan budaya yang berbeda. Penafsiran budaya atas perbedaan gender ini memunculkan apa yang selanjutnya