Education and Learning Journal ISSN 2720-9156 Vol. 4, No. 1, Januari 2023, pp. 81-89 http://dx.doi.org/10.33096/eljour.v4i1.206 http://jurnal.fai@umi.ac.id eljour@umi.ac.id 81 Implementasi Model Pembelajaran Kaligrafi Arab (Al-Khaṭtu Al- Naskhi) dalam Meningkatkan Mahārah Al-Kitābah pada Siswa Kelas IX di SMP Pesantren Putri Yatama Mandiri Gowa Mujahid Abdul Jabbar a,1 , Megawati Watngil a,2 *, Nurfarida a,3 , Ansar a,4 a Universitas Muslim Indonesia, Jl. Urip Somoharjo No. Km. 5, (90231) Indonesia 1 mujahid.abdjabbar@umi.ac.id, 2 megawatiwatngil@gmail.com*, 3 nurfarida.hamid@umi.ac.id, 4 ansarbbs2@gmail.com INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Article History: Received: 3 Januari 2023 Revised: 10 Januari 2023 Accepted: 25 Januari 2023 Published: 31 Januari 2023 Kata Kunci: Kaligrafi; Keterampilan Menulis; Al-Khaṭtu Al-Naskhi; Diketahui nilai siswa untuk mata pelajaran bahasa Arab masih sangat jauh di bawah KKM berdasarkan hasil observasi di kelas IX SMP Pesantren Putri Yatama Mandiri Gowa (SKBM). Persentase ketuntasan belajar mata pelajaran bahasa Arab yang dipersyaratkan adalah 75. Secara keseluruhan 21 siswa berprestasi di bawah SKBM selama pra-siklus. Karena hanya 55% siswa kelas yang telah menyelesaikan 85% materi yang diperlukan, definisi tradisional tentang pembelajaran komprehensif belum terpenuhi. Dari data observasi juga diketahui bahwa beberapa kegiatan pembelajaran masih didominasi oleh guru, sedangkan siswa memilih untuk melakukan kegiatan non pembelajaran. Al-Khatu Al-Naskhi, sebuah paradigma untuk belajar kaligrafi Arab, digunakan dalam sebuah penelitian untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus dan tiga pertemuan per siklus. Perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi tugas termasuk dalam setiap siklus. Sebanyak 26 siswa kelas IX SMP Pesantren Putri Yatama Mandiri Gowa mengikuti pembelajaran tersebut. Hasil belajar siswa ditentukan dengan ujian evaluasi pra siklus, tes yang diberikan setelah siklus I dan II, dan tes yang diberikan pada akhir setiap siklus pembelajaran tradisional. Data yang terkumpul kemudian diperiksa secara subyektif dan statistik. Data hasil belajar dipelajari secara numerik dengan menggunakan statistik deskriptif, seperti nilai rata-rata, persentase, dan standar nilai minimal yang harus dicapai siswa. Seperti yang dapat diamati dari temuan keterampilan menulis hijaiyyah khaṭ naskhi, ada peningkatan di empat bidang sebagai konsekuensi dari penerapan model pembelajaran kaligrafi Arab (al-khaṭtu al-naskhi), yang menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan meningkatkan hasil belajar siswa. (1) Terjadi peningkatan aktivitas guru sebesar 7,09 antara siklus I dan II. (2) Tingkat aktivitas siswa pada siklus I dan II juga mengalami peningkatan sebesar 7,64. (3) Rata-rata kelas meningkat sebesar 21,15% dari siklus I ke siklus II, dan (4) Presentasi ketuntasan belajar meningkat sebesar 63,39% dari siklus I ke siklus II. Alhasil, Model Pembelajaran Kaligrafi Al-Khatu Al-Arab Naskhi berhasil diimplementasikan. Keywords: Calligraphy; Writing skills; Al-Khaṭtu Al-Naskhi; ABSTRACT It is known that students' scores for Arabic subjects are still very far below the KKM based on observations in class IX of the Putri Yatama Mandiri Gowa Islamic Boarding School (SKBM). The percentage of complete learning Arabic subjects required is 75. Overall 21 students excel under the SKBM during the pre-cycle. Since only 55% of class students have completed 85% of the required materials, the traditional definition of comprehensive learning has not been met. From the observation data, it is also known that some learning activities are still dominated by teachers, while students choose to do non-learning activities. Al-Khaṭtu Al- Naskhi, a paradigm for learning Arabic calligraphy, was used in a study to address this problem. This research is a classroom action research with two cycles and three meetings per cycle. Planning, executing, observing, and reflecting on tasks are included in each cycle. A total of 26 students of class IX of SMP Pesantren Putri Yatama Mandiri Gowa participated in the learning. Student learning outcomes are determined by pre-cycle evaluation exams, tests given after cycles I and II, and tests given at the end of each traditional learning cycle. The collected data was then examined subjectively and statistically. Learning outcomes data are studied numerically by using descriptive statistics, such as the average value,