Buletin Oseanografi Marina Oktober 2011.vol.1 27 - 35 *)corresponding author http://ejournal.undip.ac.id/index.php/buloma Diterima/Received: 08-08-2011 Laboska_undip@yahoo.com Disetujui/Accepted:10-09-2011 Kajian Dampak Pencemaran Terhadap Kualitas Lingkungan Perairan dan Struktur Komunitas Organisme Makrozoobenthos Di Muara Sungai Babon, Semarang Muh. Yusuf Jurusan Ilmu Kelautan-FPIK UNDIP, Kampus Tembalang Semarang 50239 Abstrak Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan mengkaji: (1) kondisi kualitas lingkungan perairan, (2) struktur komunitas organisme makrozoobenthos di muara sungai Babon, Semarang. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali ulangan, dengan interval 14-15 hari. Penelitian dilaksanakan pada bulan April - November 2005, di muara sungai Babon, kecamatan Genuk, Kota Semarang. Berdasarkan hasil pengukuran parameter fisika-kimia air menunjukkan bahwa beberapa parameter seperti padatan tersuspensi, oksigen terlarut, BOD5, COD, amonia, deterjen dan logam berat Cr 6+ dan Cd telah melampaui Baku Mutu Air Laut. Nilai Indeks keanekaragaman jenis (H’) berkisar dari rendah sampai sedang, yaitu antara 0,36 2,27. Sedangkan Nilai indeks keseragaman jenis (E) berkisar dari rendah sampai tinggi, yaitu 0,33 0,96. Kata Kunci : kualitas perairan, struktur komunitas, makrozoobenthos Abstract The research was done to know: (1) the condition of waters quality, (2) community structure of macrozoobenthos of estuarine of Babon river of Semarang. The research method is case study. Sampling was done three times, with the time interval between 14- 15 days. The re research was done from April until November, 2005 at estuarine of babon river, Genuk District, Semarang City. Based on the result of measurement of physical- chemical paremeters showed that several parameter include : total suspended solid, oxygen, BOD5, COD, ammonia, deterjen, and heavy metal Cr 6+ and Cd have passed over sea water quality standard. The diversity index (H’) range from low to middle that is between 0,36 2,27. Whereas the equatability indeks (E) range from low to high that is between 0,33 0,96. Key words : waters quality, community structure, macrozoobenthos Pendahuluan Perairan muara sungai Babon terletak di wilayah Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Semarang. Perairan ini secara nyata telah menerima limbah yang berasal dari kegiatan industri yang berada di sekitar muara sungai Babon, dan limbah yang berasal dari kegiatan rumah tangga (domestik). Limbah yang berasal dari kegiatan industri secara fisik selain mengeluarkan bau yang tidak sedap juga menyebabkan air sungai menjadi berubah warna kemerahan atau kehitam-hitaman, dan mengandung bahan beracun seperti deterjen, amonia dan logam berat.