Gender Equality: International Journal of Child and Gender Studies ISSN: 2461-1468/E-ISSN: 2548-1959 Vol. 6, No. 2, September 2020 |1 PEREMPUAN DAN RESILIENSI (POTRET KORBAN GEMPA DAN TSUNAMI DI PANDEGLANG BANTEN) Salami 1 , Azizah 2 & Tya D.J Hermawan 3 1 Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry; 2 Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry; 3 Enumerator (pembantu peneliti) Email : salamikaya@gmail.com; azizah@ar-raniry.ac.id; tya_dj.hermawan@yahoo.com Abstrak Dari jumlah keseluruhan korban bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Pandeglang Banten pada 22 Desember 2018 silam, duapertiganya adalah anak-anak dan perempuan. Saat masa tanggap darurat, pemerintah dan masyarakat hanya fokus pada evakuasi, recovery, dan rehabilitasi, tetapi tidak untuk upaya meningkatkan daya tahan diri. Salah satu kelompok marginal yang paling rentan ketika bencana terjadi adalah perempuan. Penelitian ini berusaha menjawab bagaimanakah upaya pemerintah terhadap penguatan pengetahuan dan keterampilan perempuan korban bencana alam di Pandeglang Banten, dan bagaimanakah implikasi dari program tersebut? Pada penelitian kualitatif ini, sumber datanya ditentukan dengan teknik purposive sampling dan dipilih enam orang perempuan yang berasal dari tiga desa yang mengalami dampak terparah. Pengumpulan data ditempuh melalui observasi, wawancara serta studi dokumentasi. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan cara data reduction, data display dan conclusion drawing. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat program mitigasi bencana yang dilakukan pemerintah yaitu: a)Penyediaan informasi dan peta rawan bencana, b) Sosialisasi peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana, c) Mengajarkan hal-hal yang perlu dilakukan dan harus dihindari jika bencana datang, dan d) Pengaturan dan penataan kawasan rawan bencana. Implikasi dari programnya menunjukkan bahwa korban siap menghadapi tantangan dan kesulitan hidup pasca musibah, mampu membuat rencana dan mengambil langkah yang tepat, dan dapat mengembangkan cara untuk mengubah keadaan yang penuh tekanan menjadi kesempatan untuk pengembangan diri di masa mendatang. Kata Kunci : Perempuan, Resiliensi, Gempa dan Tsunami. Abstract Of the total victims of the earthquake and tsunami disaster that occurred in Pandeglang Banten on December 22, 2018, two-thirds were children and women. During the emergency response period, the government and the community only focused on evacuation, recovery, and rehabilitation, but not on efforts to increase self-defense. One of the marginalized groups most vulnerable, when a disaster occurs, is women. This research seeks to answer how the government's efforts to strengthen the knowledge and skills of women victims of natural disasters in Pandeglang Banten, and what are the implications of the program? In this qualitative study, the data source was determined by a purposive sampling technique, and six women were selected from the three villages that had the worst impact. The data was collected through observation, interviews, and documentation study. Data processing and analysis are done by means of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that there were four disaster mitigation programs carried out by the government, namely: a) Provision of disaster-prone information and maps, b) Socialization of