Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) Vol. 2, No. 6 November 2022, Hal. 1775-1782 https://jamsi.jurnal-id.com DOI: https://doi.org/10.54082/jamsi.542 P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 1775 Akselerasi Pengembangan Wirausaha “Dapurkana” Melalui Digitalisasi dengan Penerapan Katalog WA Bisnis dan Perencanaan Konten Media Sosial Miguna Astuti* 1 , Rosali Sembiring 2 , Achmad Zuchriadi 3 1,2,3 Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Indonesia *e-mail: miguna.astuti@upnvj.ac.id 1 Abstrak Mitra dalam program ini adalah Dapurkana yang berwilayah di Kelurahan Meruyung Kecamatan Limo Kota Depok. Dapurkanamerupakan usaha yang menyediakan produk makanan yang masuk pada kategori berskala usaha mikro, kecil dan menengah yang telah go digital (UMKM 4.0). Permasalahan yang ditemukan berupa aspek manajemen usaha terutama pada aspek manajemen pemasaran antara lain, belum adanya pemahaman cara membuat dan menggunakan katalog WA bisnis dan perencanaan konten media sosial. Adapun solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut antara lain, pelatihan dan pendampingan: cara membuat dan menggunakan katalog WA bisnis, serta perencanaan konten media sosial. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra terkait permasalahan. Metode yang digunakan adalah ‘pertisipatif’, yaitu pendekatan yang berorientasi pada upaya peningkatan peran serta masyarakat secara langsung dalam berbagai proses dan pelaksanaan pengabdian. Teknik pelaksanaan pengabdian yang digunakan yaitu ‘participatory rural appraisal’ yang umum digunakan pada program/kegiatan terkait sosial-budaya dan sosial ekonomi masyarakat. Dan mendapatkan hasil pengetahuan mitra terkait perbedaan akun WA personal dan bisnis, pengetahuan mitra terkait perencanaan konten media sosial naik sebesar 83%. Kemudian pengetahuan mitra terkait cara membuat katalog produk pada akun WA bisnis dan mengelola katalog produk pada akun WA bisnis meningkat 63%. Hal tersebut berdampak pada peningkatan omset hingga mencapai dua kali lipat (100%). Kata kunci: Katalog Produk Digital, Konten Media Sosial, Pelatihan, Pendampingan, WhatApp Bisnis Abstract Dapurkanais a business that provides food products that fall into the category of micro, small and medium enterprises that have gone digital (MSMEs 4.0). Problems in the form of management aspects, especially in marketing management aspects, include the lack of understanding on how to create and use business WA catalogs and social media content planning. The solutions offered to overcome these problems include training and mentoring: how to create and use a business WA catalog, as well as social media content planning. The purpose of this service activity is to increase the knowledge and skills of partners related to problems. The method used is 'participatory', which is an approach that is oriented towards efforts to increase community participation directly in various processes and implementation of service. The service implementation technique used is 'participatory rural appraisal' which is commonly used in programs/activities related to socio-cultural and socio-economic communities. And getting the results of partner knowledge regarding the difference between personal and business WA accounts, partner knowledge regarding social media content planning increased by 83%. Then the knowledge of partners regarding how to create a product catalog on a business WA account and manage a product catalog on a business WA account increased by 63%. This has an impact on increasing turnover up to two times (100%). Keywords: Accompaniment, Digital Product Catalog, Social Media Content, Training, WhatsApp Business 1. PENDAHULUAN Pada era digital saat ini, pelaku usaha dituntut untuk mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi informasi dalam menjalankan usahanya (Indrayani, 2012), terutama semenjak pandemic COVID-19 (Handayani et al., 2021). Mitra kegiatan pengabdian kali ini termasuk pada usaha berskala mikro, kecil dan menengah atau yang lebih dikenal dengan istilah UMKM. Sebagai mitra sasaran, ‘Dapurkana’ termasuk pada kelompok mitra masyarakat yang produktif secara ekonomi. Pemilik dan sekaligus perintis usaha ‘Dapurkana’ adalah Ibu Mila