Jurnal Nasional Pengabdian Masyarakat p-ISSN xxxx-xxxx, e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1, No. 1, Desember 2020 9 Published by: Peran Akademisi Dalam Pencegahan Covid-19 Dengan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Mewujudkan Perilaku Sehat Rahmi Susanti, Aghnia Sabrina, Lisa Ariana Putri, Tahsya Erika & Laila Citra Sandi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda Email: rahmi.susanti@fkm.unmul.ac.id Abstract WHO declared Covid-19 on March 12, 2020 as a pandemic. Indonesia is one of the countries with a high number of confirmed cases, namely until December 10, 2020, there were 598,933 confirmed Covid-19 cases. Covid-19 is a virus that attacks the respiratory system with symptoms of fever, cough, runny nose, sore throat, shortness of breath, fatigue and lethargy. The incubation period for Covid-19 ranges from 1 to 14 days. Covid-19 can spread through the air, direct contact with sufferers, droplets, fomite, blood, and transmission from animals to humans. This activity aims to provide education regarding the prevention of the spread of Covid-19 in the community in the RT.45 Loa Ipuh Village area. This activity was carried out for 3 days, starting on November 21-23, 2020, in the form of actions in the form of installing banners, distributing posters and masks and distributing educational videos regarding the prevention of the spread of Covid-19 and management if someone was detected by Covid- 19. This activity received a good reception by the community, this was shown by the participation of the community in the implementation of the distribution of posters and masks, as well as the installation of banners in the RT.45 Loa Ipuh Village. With this activity, it is hoped that it can increase knowledge and increase awareness of the RT.45 community about the importance of preventing the spread of Covid-19. Keywords: Covid-19, poster, banner, mask, video 1. Pendahuluan Akhir tahun 2019 dunia dikejutkan dengan adanya new emerging infectious disease di China yang disebabkan oleh Coronavirus Disease (Covid-19). Covid-19 merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan dengan gejala demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak napas, letih, dan lesu. Pada kasus berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, hingga kematian. Menurut ahli virologi dari China, Covid-19 tergolong virus corona jenis baru dan berbeda dengan virus yang menyebabkan SARS (Suni, 2020). Masa inkubasi Covid- 19 berkisar 1 hingga 14 hari. Covid-19 menyebar melalui udara, kontak langsung dengan penderita, tetesan, fomite, darah, dan penularan dari hewan ke manusia. WHO mengumumkan Covid-19 pada 12 Maret 2020 sebagai pandemic. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah kasus terkonfirmasi yang cukup tinggi, yakni hingga tanggal 10 Desember 2020 tercatat sebanyak 598,933 terkonfirmasi, 88,622 dirawat, 18,336 meninggal dunia, 491,975 sembuh. (Kompas, 2020). Tindakan pencegahan dan mitigasi merupakan kunci penerapan di pelayanan kesehatan dan masyarakat. Langkah-langkah pencegahan yang paling efektif di masyarakat meliputi mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan hand sanitaizer, menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker serta menjaga jarak (minimal 1 m) dari orang yang mengalami gejala gangguan pernapasan (Kemenkes, 2020). Kalimantan Timur merupakan provinsi dengan jumlah kasus yang peningkatannya sangat pesat. Data kasus Covid-19 terbaru pada tanggal 28 November 2020 di Kalimantan Timur