JURNAL ILMU AL-QUR’AN DAN TAFSIR Desa Maniskidul, Kec. Jalaksana, Prov. Jawa Barat, Kode Pos 45554, Telp. (0232) 613805, HP: 0813 8888 0960, Website: www.stiq-almultazam.ac.id Al Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Vol. 3 No. 1, (2023)|; e-ISSN: 2807-6346|50-64 50 MUJĀHADAH HIZIB FĀTIHAH: STUDI PEMBACAAN SURAT AL-FĀTIHAH 1000 KALI PADA MALAM KAMIS DI DESA PAMPUNG (Kajian Living Qur’an) Farida Nur ‘Afifah* Email. faridanurafifah204@gmail.com Subi Nur Isnaini* Email. Subi.isnaini@uin-suka.ac.id *Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia Abstract This writing is motivated by the mujahadah for reading Surah al-Fātihah 1000 times in Pampung Village, which is not in the Islamic boarding school environment, which is then called the Mujāhadah Hizib Fātihah. Hizib Fātihah is a rare hizib because in the Magelang area in particular, only a few people get diplomas directly from Mujiz. Hizib Fātihah has many differences from the hizib Fātihah that is spread on social media. The problem raised is how is the practice and meaning of the mujahadaah hizib Fātihah routine for the people in Pmpung Village? This study includes a field study of the Living Qur’an using a qualitative approach and employing analytic descriptive methods. The data sources used consisted of primary sources obtained from interview and secondary data sources from various sources concerned. The data was analyzed using the theory of sociology of knowledge by Karl Menheim. This article concludes that mujahadah hizib Fātihah has function from two sides. Firstly, the social interaction is which public relation are getting better, social interaction is getting thicker. The second is the spiritual funcion in which the mujahadah becomes a means of community endeavor to fulfill inner needs and draw closer to God. Keyword: Mujahadah, Hizib Fātihah, Karl Menheim, Living Qur’an Abstrak Penulisan ini dilatarbelakangi adanya mujahadah pembacaan surat al-Fātihah sebanyak 1000 kali di desa Pampung yang bukan di lingkungan pesantren, yang kemudian disebut dengan Mujāhadah Hizib Fātihah. Hizib Fātihah merupakan hizib yang langka karena di wilayah Magelang khususnya, hanya segelintir orang yang mendapatkan ijazah langsung dari Mujiz. Hizib tersebut memiliki banyak perbedaan dari hizib Fātihah yang tersebar di media sosial. Adapun permasalahan yang diangkat adalah bagaimana praktik dan makna rutinan Mujāhadah Hizib Fātihah bagi masyarakat di desa Pampung? Kajian ini termasuk kajian living Qur’an yang bersifat lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan memakai metode deskriptif-analitik. Sumber data yang digunakan terdiri dari sumber primer yang didapat dari wawancara, dan sumber data sekunder dari berbagai sumber yang bersangkutan. Data tersebut dianalisis menggunakan teori sosiologi pengetahuan Karl Menheim. Artikel ini menyimpulkan bahwa Mujāhadah Hizib Fātihah memiliki fungsi dari dua sisi. Pertama fungsi sosial yang mana hubungan masyarakat semakin terjalin dengan baik, interaksi sosial semakin kental. Kedua, fungsi spiritual yang mana mujahadah tersebut menjadi sarana ikhtiar masyarakat memenuhi kebutuhan batin dan mendekatkan diri kepada Allah. Kata kunci: Mujahadah, Hizib Fātihah, Karl Menheim, Living Qur’an