24 UJI CEPAT TANAMAN GANDUM (Triticum aestivum L.) TERHADAP SUHU TINGGI PADA FASE KECAMBAH Ryan Budi Setiawan 1) , Nurul Khumaida 2) , Diny Dinarti 3) 1) Program Studi Agroteknologi Universitas Pasir Pengaraian, Rokan Hulu Riau 2) 3) Departemen Agronomi dan Hortikultura Institut Pertanian Bogor 1) ryanbuset@yahoo.co.id Alamat Kampus : Jl. Tuanku Tambusai, Kumu Desa Rambah Kecamatan Rambah Hilir Fax: 076291663 Kode Pos 28557 ABSTRAK Perkecambahan benih merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil tanaman di lapangan. Suhu tinggi pada tanaman adalah terdenaturasinya protein, peningkatan fluiditas membran sel, enzim-enzim inaktif, sintesa protein terhambat dan kehilangan integritas membran. Pendekatan utama yang dapat digunakan untuk melihat kemampuan ketahanan tanaman terhadap cekaman suhu tinggi secara morfologi yaitu dengan melihat pertumbuhan tunas dan kemampuan sistem perakaran dalam menyerap air. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk melihat pertumbuhan kecambah tiga varietas gandum pada beberapa kondisi suhu inkubator. Percobaan disusun berdasarkan rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama adalah varietas gandum, yang terdiri dari tiga taraf (Dewata, Nias dan Selayar) dan faktor kedua adalah suhu, yang terdiri dari tiga taraf (25, 30, 35 o C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya suhu hingga 35 o C sangat mempengaruhi semua peubah yang diamati meliputi persentase daya berkecambah, panjang akar, jumlah akar, jumlah daun, panjang tunas, bobot basah tunas dan akar serta bobot kering tunas dan akar. Kata kunci: gandum, kecambah, ketahanan, suhu tinggi, Pendahuluan Perkecambahan benih merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil tanaman di lapangan. Diantara cekaman akibat faktor abiotik, peningkatan suhu merupakan salah satu masalah penting yang dapat mempengaruhi perkecambahan, pertumbuhan dan hasil tanaman gandum. Suhu tinggi menyebabkan terhambatnya penyerapan air dan zat-zat yang diperlukan saat perkecambahan. Selain itu, suhu tinggi dapat merusak membran tilakoid yang berperan dalam proses fotosintesis, menurunkan laju fotosintesis daun, meningkatkan aborsi embrio, menurunkan jumlah biji, menurunkan durasi dan laju pengisian biji, terjadi kerusakan protein, penghambatan sintesis protein, inaktifasi enzim yang terdapat pada klorofil dan mitokondria (Prakash et al. 2004; Yin et al. 2009). Menurut Wahid et al. (2007), akibat langsung dari cekaman suhu tinggi pada tanaman adalah terdenaturasinya protein, peningkatan fluiditas membran sel, enzim-enzim