Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2023, 9(2): 2911-2923 2911 NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI GULA KELAPA THE ADDED VALUE OF COCONUT SUGAR AGROINDUSTRY Zhiya Safni Jauhari 1 , Ristina Siti Sundari* 1 , D. Yadi Heryadi 2 1 Prodi Agribisnis. Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya Jl. PETA 177 Tasikmalaya 46115 2 Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi Jl. Siliwangi No 24 Tasikmalaya 46115 *Email: ristina.sitisundari@yahoo.com (Diterima 13-06-2023; Disetujui 25-07-2023) ABSTRAK Kelapa adalah komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan hampir semua bagian dapat dimanfaatkan. Salah satunya adalah nira kelapa. Nira kelapa adalah sebuah cairan jernih yang mempunyai rasa manis yang dihasilkan dari tandan bunga kelapa. Nira kelapa jika dijual dalam bentuk mentah memiliki harga Rp.350,00/kg sedangkan jika diolah menjadi produk gula kelapa memiliki harga Rp.12.000/Kg. Oleh karena itu para pengrajin gula kelapa mengolah nira tersebut untuk menghasilkan nilai tambah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui berapa besar nilai tambah dan keuntungan yang dihasilkan pada agroindustri gula kelapa di Desa Ciparakan Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran. Metode yang dipakai yaitu metode studi kasus. Analisis data yang dipakai yaitu analisis nilai tambah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada agroindustri gula kelapa di Desa Ciparakan Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran dapat memberikan nilai tambah sebesar Rp.1.323 per kg nira dengan rasio nilai tambah sebesar 69,02% yang termasuk kedalam rasio nilai tambah tinggi. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp.1.073 per kg dengan faktor konversi sebesar 0,17. Kata kunci : Gula Kelapa, Nira Kelapa, Nilai Tambah ABSTRACT Coconut palm is a plantation commodity with high economic value; almost all parts can be utilized. One of them is coconut sap. Coconut sap is a clear liquid with a sweet taste produced from coconut flower bunches. If sold in raw form, coconut sap has a price of Rp. 350.00/kg, while if it is processed into coconut sugar products, it has a price of Rp. 12,000/Kg. Therefore, coconut sugar maker processes the sap to produce added value. This study aims to determine how much-added value and profit is generated in the coconut sugar agro-industry in Ciparakan Village, Kalipucang District, Pangandaran Regency. The method used is the case study method. The data analysis used is added value analysis. The results of this study indicate that the coconut sugar agro-industry in Ciparakan Village, Kalipucang District, Pangandaran Regency, can provide an added value of IDR 1,323 per kg of sap with an added value ratio of 69.02% which is included in a high added value ratio. The profit earned is IDR 1,073 per kg with a conversion factor 0.17. Keywords: Coconut Sugar, Coconut Sap, Added Value PENDAHULUAN Produk pertanian umumnya mempunyai sifat mudah rusak, oleh karena itu mesti langsung dikonsumsi ataupun diolah terlebih dahulu untuk meningkatkan manfaat pada produk pertanian. Proses pengolahan atau biasa disebut dengan agroindustri, bisa