66 PERENCANAAN ULANG TATA LETAK FASILITAS BERDASARKAN HASILSIMULASI PROSES PRODUKSI ROKOK (Studi Kasus PT Bayi Kembar Malang) RE-DESIGN OF THE FACILITY LAYOUT BASED ON SIMULATION RESULT ON CIGARETTE PRODUCTION PROCESS (Case Study PT. Bayi Kembar Malang) Andini Irma Dewi, Mochamad Choiri, Remba Yanuar Efranto Program Studi Teknik Industri Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono 167, Malang,65145, Indonesia E-mail : andinirmadewi@ymail.com, moch.choiri76@ub.ac.id, remba@ub.ac.id Abstrak PT. Bayi Kembar Malang merupakan salah satu perusahaan rokok yang terus berkembang. Namun PT. Bayi Kembar memiliki kendala dalam proses produksinya, yaitu output produksi yang belum sesuai dengan target yang disebabkan oleh tingginya tingkat work in process, serta adanya crossing aliran material pada lantai produksinya. Dengan merancang ulang tata letak fasilitasberdasarkan hasil simulasi, diharapkan rancangan alternatif layout dapat tepat sasaran. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP) dilanjutkan dengan simulasi existing layout. Berdasarkan hasil simulasi layout, activity relationship chart, activity relationship diagram, space relationship diagram, dan perhitungan space requirement, dirancang dua alternatif layout serta dilakukan simulasi terhadap kedua alternatif tersebut.Berdasarkan hasil simulasi pada kedua alternatif layout maka dipilih layout kedua sebagai layout yang lebih efektif karena dapat meningkatkan jumlah output sebesar 25%, sehingga dapat mencapai target produksi PT. Bayi Kembar. Kata Kunci : Proses Produksi Rokok, Output Produksi Rokok, Tata Letak Fasilitas, Systematic Layout Planning, Simulasi, Layout, Work In Process. 1. Pendahuluan Majunya industri rokok di Indonesia tidak lepas dari performa atau kondisi dari perusahaan rokok itu sendiri. Performansi dan pencapaian target oleh perusahaan sangat ditentukan oleh seluruh aspek yang terdapat pada sistem perusahaan.PT. Bayi Kembar merupakan salah satu perusahaan rokok yang berlokasi di Kabupaten Malang. Sesuai dengan observasi yang telah dilakukan, ditemukan adanya permasalahan berupa output produksi yang belum mencapai hasil yang diharapkan, penumpukan material pada beberapa stasiun kerja,dan adanya crossing aliran material. Hal tersebut dapat menjadi pemicu output yang dihasilkan kurang optimal. Saat ini dalam satu shift, PT Bayi Kembar hanya dapat memproduksi sekitar 1.600.000 batang rokok filter dan 800.000 batang rokok kretek. Sedangkan target produksi perusahaan adalah 2.000.000 batang rokok filter dan 1.000.000 batang rokok kretek dalam satu shift.Permasalahan pada proses produksi PT. Bayi Kembar diharapkan dapat diatasi dengan adanya perencanaan ulang tata letak fasilitas. Tata letak fasilitas dapat didefinisikan sebagai tata carapengaturan bangunan dimana manusia, bahan material, dan mesin-mesin bekerja bersama-sama untuk tujuan tertentu. (Heragu, 2006).Agar alternatif layout dapat tepat sasaran, maka simulasi dapat dijadikan salah satu pendekatan untuk mengidentifikasi kondisi layout saat ini. Simulasi dapat diartikan sebagai pembuatan model imitasi dari suatu sistem atau proses yang dinamis dengan menggunakan model komputer dengan tujuan untuk mengevaluasi dan meningkatkan performa sistem (Harrel, 2000). 2. Pembahasan Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Penelitian kuantitatif adalah tipe penelitian bila ditinjau dari segi proses, yaitu penelitian objektif yang bertujuan mengukur dan menganalisis data numerik serta menggunakan uji statistik. Penelitian deskriptif adalah tipe penelitian bila ditinjau dari segi tujuan, yaitu suatu penelitian yang dapat menggambarkan keadaan objek yang diteliti sebagaimana adanya serta melakukan analisis dan pemecahan masalah yang ada di dalamnya.